Upaya mendorong kebiasaan memilah dan mendaur ulang sampah terus diperluas. Kali ini, SoSoft, merek detergen berbahan aktif tumbuhan dari WINGS Care, berkolaborasi dengan Rekosistem dan jaringan ritel Alfamart menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah atau Waste Station baru di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Peresmian fasilitas yang diberi nama SoSoft X Rekosistem Waste Station tersebut merupakan bagian dari kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi. Inisiatif ini menjadi titik kedua hasil kolaborasi SoSoft dan Rekosistem setelah sebelumnya menghadirkan fasilitas serupa di Bandung pada Februari 2026.
Melalui kampanye ini, SoSoft ingin mengajak masyarakat berkontribusi dalam menjaga lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dapat dimulai dari rumah. Salah satunya dengan memilih produk yang lebih ramah lingkungan sekaligus membiasakan diri memilah dan mendaur ulang sampah kemasan.
Head of Fabric Care Category WINGS Group Indonesia, Fenny Tjuatja Dharma, mengatakan bahwa gaya hidup berkelanjutan dapat dimulai dari aktivitas sehari-hari, termasuk mencuci pakaian. Namun, menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dengan memilih produk yang ramah lingkungan, tetapi juga perlu diikuti dengan kebiasaan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
“Kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi mengingatkan bahwa gaya hidup keberlanjutan bisa dimulai dari kebiasaan paling sederhana di rumah, termasuk saat mencuci. Dengan formulasi detergen yang mudah terurai dan ramah lingkungan, SoSoft menjadi pilihan yang lebih baik untuk aktivitas mencuci dan saat dikenakan sehari-hari. Namun, kami percaya dampak keberlanjutan untuk lingkungan tidak berhenti pada pilihan produk ramah lingkungan. Kami juga mendorong konsumen untuk melengkapi pilihan tersebut dengan kebiasaan memilah dan mendaur ulang kemasan yang terjangkau lewat Rekosistem Waste Station sehingga membawa dampak yang baik di masa depan,” kata Fenny, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).
SoSoft turut mengajak masyarakat menjalankan dua langkah sederhana melalui gerakan Aksi Untuk Bumi. Pertama, memilih detergen berbahan aktif tumbuhan dengan formulasi yang mudah terurai. Kedua, memilah sampah berdasarkan kategorinya dan menyetorkan sampah anorganik, termasuk plastik, ke fasilitas daur ulang terdekat seperti waste station maupun bank sampah.
Upaya tersebut sejalan dengan inovasi SoSoft yang menghadirkan formula biodegradable atau mudah terurai untuk membantu meminimalkan dampak limbah cair dari aktivitas mencuci. Di sisi lain, pengelolaan sampah kemasan juga menjadi perhatian karena masih banyak sampah anorganik yang memiliki potensi untuk didaur ulang, tetapi belum terpilah dan tertangani secara optimal.
Kehadiran fasilitas baru di gerai Alfamart diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses tempat pengumpulan sampah anorganik. General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menyambut baik kolaborasi tersebut karena sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih mudah dijangkau.
“Inisiatif ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan Alfamart untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang mudah dijangkau masyarakat. Kehadiran SoSoft melalui kolaborasi ini menjadi nilai tambah dalam mendorong kebiasaan memilah sampah rumah tangga. Dengan lokasi gerai yang dekat dengan aktivitas masyarakat, kami berharap fasilitas ini dapat menjadi alternatif yang praktis bagi konsumen untuk mengelola sampahnya,” kata Rani.
Ia menjelaskan, kolaborasi ini sekaligus melengkapi sejumlah inisiatif pengelolaan sampah yang telah dijalankan Alfamart, termasuk penyediaan reverse vending machine untuk penukaran botol plastik serta fasilitas waste station di sejumlah gerai.
“Ke depan, kami berharap inisiatif seperti ini dapat semakin memudahkan konsumen untuk memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab. Alfamart akan terus mendorong pengembangan fasilitas pengelolaan sampah di lebih banyak gerai agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas,” imbuh Rani.
Dampak dari kolaborasi ini juga terlihat dari fasilitas pertama SoSoft X Rekosistem Waste Station di Bandung. Sejak diresmikan pada Februari 2026, lokasi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 13 ton sampah anorganik.
Dengan penambahan titik baru di Jakarta, SoSoft bersama Rekosistem menargetkan pengumpulan hingga 30 ton sampah anorganik rumah tangga dalam satu tahun. Sampah yang terkumpul selanjutnya akan diproses untuk didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Sementara itu, COO sekaligus Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino, menilai, kolaborasi antara perusahaan dan merek seperti SoSoft dapat memperluas peran dunia usaha dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah. Menurutnya, inovasi produk perlu berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas yang memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam proses daur ulang.
“Kolaborasi Rekosistem dengan SoSoft menjadi contoh nyata bagaimana brand dapat berperan lebih luas, tidak hanya melalui inovasi produk, tetapi juga dengan terlibat langsung dalam membangun ekosistem yang memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam daur ulang. Kami sangat mengapresiasi inisiatif SoSoft, dan berharap kolaborasi ini dapat mendorong dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan serta terwujudnya bumi yang minim sampah melalui pengembangan ekonomi sirkular dari hulu ke hilir,” ungkap Joshua.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, SoSoft dan Rekosistem juga menghadirkan insentif berupa tambahan poin atau Rekopoin bagi pengguna aplikasi Rekosistem yang menyetorkan sampahnya. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai keuntungan menarik melalui aplikasi tersebut.
Inisiatif ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kemudahan akses fasilitas, edukasi pemilahan, hingga pemberian insentif diharapkan dapat mendorong kebiasaan daur ulang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Lewat Gerakan SoSoft untuk Bumi