Juni 2026 menandai satu tahun perjalanan program Zero Waste Warriors di kawasan wisata tracking Sentul. Bagi masyarakat dan pengelola wisata, program tersebut bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi awal tumbuhnya gerakan menjaga alam bersama.
Kini, jalur tracking di kawasan Sentul perlahan menjadi lebih bersih dan tertata. Kesadaran wisatawan maupun masyarakat untuk menjaga lingkungan juga mulai tumbuh seiring kolaborasi yang terbangun antara warga, komunitas, dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB).
Baca Juga: Dukung SDG’s dan Zero Emission, PLN Gelar Aksi Nyata Penghijauan di Bekasi
Namun, di balik kondisi yang kini mulai membaik, kawasan wisata alam Sentul sempat menghadapi persoalan sampah seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang menikmati jalur tracking, aliran sungai, dan keindahan alam di kawasan tersebut.
Bagi Ade Darmawan, anggota Paguyuban Pancar Tracking Sentul, perubahan kawasan wisata itu dirasakan langsung dari tahun ke tahun. Ia masih mengingat bagaimana kondisi jalur tracking Sentul sebelum ramai dikenal wisatawan.
Baca Juga: PLN Catat Pendapatan Rp582,68 Triliun Tahun 2025
“Dulu jalurnya masih sangat alami, sungainya bersih, dan yang datang kebanyakan komunitas pecinta alam atau warga sekitar saja. Sampah juga belum terlalu terlihat karena aktivitas wisata belum seperti sekarang,” ujarnya.
Namun situasi mulai berubah ketika wisata tracking Sentul semakin viral di media sosial, terutama pasca pandemi COVID-19. Botol plastik, bungkus makanan, tisu hingga puntung rokok mulai banyak ditemukan di sepanjang jalur tracking dan area sungai.
Di tengah keterbatasan alat dan tempat penampungan, masyarakat dan pengelola wisata berupaya melakukan aksi bersih-bersih secara mandiri.
“Keterbatasan alat dan tempat penampungan jadi tantangan terbesar bagi kami waktu itu,” tambah Ade.
Melihat kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan program Zero Waste Warriors pada Juni 2025 di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Program ini tidak hanya menghadirkan aksi bersih-bersih lingkungan bersama volunteer PLN dan masyarakat, tetapi juga dilengkapi dengan penyediaan alat kebersihan, pembangunan Tempat Penampungan Sampah (TPS), hingga sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat sekitar wisata.
Dalam pelaksanaannya, PLN UIP JBB turut berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cipta Mandiri Sejahtera, Paguyuban Pancar Tracking Sentul, hingga Komunitas Ecoventure yang memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan wisata alam.
Bagi Ade, keterlibatan langsung para volunteer menjadi momen yang paling membekas.
“Kami sangat senang dan merasa diperhatikan. Ini bukan cuma soal angkut sampah, tapi bentuk kepedulian nyata terhadap alam dan keberlangsungan wisata di Sentul,” katanya.
Ia juga mengaku terkesan melihat para volunteer dari berbagai latar belakang rela turun langsung ke sungai dan jalur tracking untuk membersihkan sampah bersama masyarakat.
“Waktu lihat banyak volunteer masuk sungai dan angkut sampah bareng-bareng tanpa merasa jijik atau gengsi, itu jadi perhatian di desa dan mendapat dukungan hangat dari warga. Harapannya ini bisa jadi contoh bahwa menjaga alam memang tanggung jawab bersama,” lanjutnya.
Menurut Ade, dampak program mulai terasa setelah kegiatan berjalan. Jalur tracking menjadi lebih bersih dan nyaman dilalui, sementara kesadaran wisatawan maupun warga sekitar untuk menjaga lingkungan perlahan mulai tumbuh.
“Sekarang jalurnya lebih bersih dan nyaman dilewati. Wisatawan juga mulai lebih sadar untuk tidak buang sampah sembarangan. Bahkan beberapa warga ikut lebih peduli karena melihat langsung dampaknya terhadap wisata dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
General Manager PLN UIP JBB, Yasir, menyampaikan bahwa program Zero Waste Warriors merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi bersama masyarakat.
“PLN percaya bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga alam,” ujar Yasir.
Di tengah semakin ramainya wisata alam Sentul, Ade berharap keindahan alam yang selama ini menjadi daya tarik utama tetap terjaga dan tidak terkikis oleh meningkatnya aktivitas wisata.
“Semoga wisata tracking Sentul bisa terus berkembang tanpa merusak alamnya. Kami berharap pengunjung makin sadar pentingnya menjaga kebersihan, dan kolaborasi seperti ini bisa terus berjalan antara masyarakat, pengelola, perusahaan, dan komunitas,” tutup Ade.