Istilah darah rendah dan kurang darah kerap digunakan secara bergantian ketika seseorang merasa lemas, pusing, atau mudah lelah. Padahal, keduanya merujuk pada kondisi yang berbeda.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, menjelaskan bahwa perbedaan utama terletak pada apa yang sebenarnya diukur.
“Dua-duanya memang mengenai darah. Nah, kalau darah rendah itu yang dimaksud adalah tekanan darah rendah. Tekanan darah normal misalnya 120 per 80, satuannya milimeter air raksa,” jelas Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Rabu (2/9/2026).
Dengan kata lain, istilah darah rendah berkaitan dengan tekanan darah, yakni tekanan yang diberikan aliran darah terhadap dinding pembuluh darah.
Sebagai gambaran, kata Prof. Zubairi, tekanan darah 120/80 mmHg umumnya dikenal sebagai angka normal, sementara tekanan darah 170/110 mmHg termasuk tinggi.
“Tekanan darah tinggi misalnya 170 per 110. Itu mengenai darah rendah, darah normal, dan darah tinggi. Kalau darahnya kurang, itu kita tidak bicara mengenai tekanan darah,” tuturnya.
Baca Juga: Dokter Jantung Ingatkan Penderita Hipertensi Jangan Asal Lari, Risiko Tekanan Darah Bisa Melonjak
Berbeda dengan darah rendah, istilah kurang darah dalam percakapan sehari-hari umumnya merujuk pada anemia, yaitu kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal.
Menurut Prof. Zubairi, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami kurang darah, yang diperhatikan bukan angka tekanan darah, melainkan kadar hemoglobin.
“Darah kurang kita bicara mengenai kadar hemoglobin di dalam darah. Artinya berapa hemoglobinnya. Hemoglobin normal itu kalau perempuan di atas 12, kalau laki-laki di atas 13,” paparnya.
Prof. Zubairi menuturkan, kadar hemoglobin biasanya diperoleh melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Satuan yang digunakan adalah gram per desiliter (g/dL).
“Kalau tekanan darah tadi diukur di sini, itu satuannya milimeter air raksa. Kalau tes darah, Hb diambil dari sini misalnya, itu satuannya adalah gram persen,” ujar Prof. Zubairi.
Ia pun menambahkan, hemoglobin memiliki kaitan erat dengan sel darah merah karena protein tersebut berada di dalam sel darah merah dan berperan penting dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh.
“Berapa kadar hemoglobin itu terkait dengan sel darah merah,” pungkasnya.
Baca Juga: Bluberi Vs Anggur: Buah Mana yang Lebih Baik untuk Mengontrol Gula Darah?