Growthmates, menunda pekerjaan sering kali menjadi masalah utama banyak orang. Pekerjaan yang seharusnya bisa selesai tepat waktu, kerap kali tertunda karena keinginan untuk mengerjakannya nanti atau malah terdistraksi dengan layar ponsel kita. Beberapa orang menganggap hal ini sepele, tapi tahukah kalian bahwa dampak yang ditimbulkan justru sangat besar?

Apabila terus dibiarkan, bisa memberi dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Akibatnya, pekerjaan menumpuk, dikejar deadline, dan berakhir dengan banyak tekanan yang berujung pada stres. Untuk mengatasi kebiasaan buruk ini, kamu bisa mengikuti berbagai cara ala James Clear, penulis asal Amerika Serikat berikut ini:

Arti Menunda (Prokrastinasti) dan Bagaimana Menyikapinya

Menunda menjadi sifat alamiah manusia yang telah dimiliki selama puluhan abad. Mengutip dari laman pribadi James Clear pada Senin (26/10/2026), menurut filsuf Yunani kuno, Socrates dan Aristoteles, perilaku menunda dinamakan sebagai "Akrasia" yang berarti keadaan bertindak melawan akal sehat, bisa juga diartikan penundaan atau kurangnya pengendalian diri. 

Secara modern, prokrastinasi diartikan sebagai tindakan menunda atau mengundur suatu tugas yang tidak bisa ditentukan. Tidak bisa ditentukan di sini berarti waktunya tidak jelas atau tidak menentu. Kebanyakan orang biasanya akan mulai mengerjakan apabila suasana hati sudah cukup baik, mendapatkan motivasi dari konten di media sosial, atau tenggat waktu yang ditentukan semakin dekat.

Baca Juga: Cara Menghadapi Anggota Tim yang Suka Menunda Pekerjaan

Menurut James Clear, cara termudah yang bisa dilakukan untuk menyikapi kebiasaan ini adalah dengan membayangkan bahwa kita memiliki dua kepribadian diri. Diri Anda saat ini dan diri Anda di masa depan. Biasanya diri kita saat ini sering kali memilik keinginan seperti ingin menurunkan berat badan, membeli buku baru, atau membeli banyak skincare untuk mendapatkan kulit yang sehat. 

Tanpa disadari, pikiran kita sedang membuat rencana untuk diri kita di masa depan. Ketika sedang membuat rencana tersebut, biasanya naluri tubuh untuk produktif meningkat. Menurut penelitian, dengan cara kita berpikir untuk masa depan, otak lebih mudah untuk melihat dan menilai tindakan yang memberikan manfaat jangka panjang. 

Tentunya, agar semua rencana tersebut dapat tercapai, diri kita saat inilah yang dapat menentukan tercapainya rencana tersebut. Namun, ketika pikiran kita kembali ke saat ini, biasanya motivasi untuk mencapai rencana tersebut justru sirna. Diri kita saat ini, hanya membutuhkan kesenangan instan. Waktu luang yang sebaiknya digunakan untuk berolahraga, justru berganti menjadi waktu untuk memanjakan diri dengan scrolling ponsel seharian. 

Uang yang seharusnya ditabung untuk membeli buku atau skincare, malah digunakan untuk membeli makanan atau belanja baju. Banyak dari kita menganggap waktunya masih panjang atau masih bisa diusahakan esok hari. Akan tetapi, pada kenyataannya, upaya yang seharusnya dilakukan untuk mencapai hal tersebut tidak kunjung dikerjakan. 

Prokrastinasi bisa dikurangi dengan membiasakan diri kita untuk memahami rasa sakit bila berhadapan dengan situasi ini. Akal dan hati kita harus sejalan untuk memahami perasaan tidak nyaman, cemas, dan suasana hati yang buruk ketika sedang menunda pekerjaan. Begitupun sebaliknya, ketika kita membiasakan diri untuk tepat waktu, maka akan muncul perasaan senang, tenang, dan bahagia. 

Perasaan inilah yang perlu diresapi dan dipahami dengan akal dan hati agar kebiasaan menunda berkurang ataupun hilang. 

Cara Mengatasi Kebiasaan Menunda dengan "Aturan 2 Menit"

Jika dirasa berat untuk membuat diri jadi lebih produkti, kamu bisa lakukan aturan ini agar aktivitas terasa lebih mudah. Misalnya, "Melipat cucian" menjadi "Melipat satu pasang kaus kaki." atau "Lari tiga mil" menjadi "Ikat tali sepatu lariku." 

Kalimat ini mungkin sepele, akan tetapi dampak yang diberikan cukup besar. Ketika kamu membiasakan otak untuk memulai kegiatan dengan satu tindakan kecil, maka tubuh akan merespon dengan mudah dan melakukannya tanpa beban. Ketika diri kita tahu bahwa pekerjaan yang akan dilakukan terkesan mudah, biasanya tanpa disadari pikiran akan memberi tahu tubuh untuk mengerjakan yang lainnya. 

Trik ini bisa kamu terapkan untuk mempermudah pekerjaan dan mengurangi kebiasaan menunda. Lebih baik memulai dari kebiasaan ringan dari pada langsung memulai dari hal yang sulit. Tentunya sifat produktif dalam diri akan meningkat dan membuat pekerjaan jauh lebih mudah dikerjakan. Untuk lebih jelasnya kamu bisa mengikuti cara lain berikut.

Baca Juga: Bukan Takut, Ini Alasan Gen Z Menunda Nikah Menurut Ahli

Tips dan Strategi Menghentikan Kebiasaan Menunda

1. Buat hadiah/imbalan jangka panjang jadi tercapai sekarang

Otak kita sering kali merasa sulit untuk mengerjakan kegiatan yang manfaatnya lama untuk didapatkan. Makannya kita sering menunda karena kepuasaan yang diinginkan belum tercapai. Salah satu cara terbaik adalah dengan menggunakan strategi tempation bundling (penggabungan godaan). 

Strategi ini merupakan teknik psikologis dengan konsep yang menyarankan kita untuk menggabungkan perilaku yang baik untuk jangka panjang dengan perilaku yang terasa menyenangkan dalam jangka pendek. 

Contoh penerapannya:

  • Menonton podcast dan musik saat berolahraga saja.
  • Menonton acara favorit hanya ketika sedang menyetrika pakaian. 
  • kamu boleh ke cafe hanya untuk mengerjakan tugas saja.

Baca Juga: ‘Aturan 5 Detik’, Solusi Jitu Lawan Kebiasaan Menunda-nunda!

2. Membuat konsekuensi untuk menunda lebih cepat

Ketika kita akan melakukan kegiatan seorang diri, biasanya kita akan merasa malas untuk melakukan kegiatan tersebut. Sebaliknya, ketika kita membuat jadwal rencana seperti olahraga bersama teman pukul 07.00 pagi, maka kegiatannya tidak akan tertunda. 

Maka dari itu, membuat konsekuensi untuk diri sendiri penting. Apabila kita membuat rencana kegiatan bersama teman otomatis kita tidak akan menyepelekannya. Jika kita terlambat maka akan dicap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab. Strategi yang dapat diterapkan yaitu, membuat taruhan untuk memacu produktivitas diri.

3. Membuat Rancangan Tindakan di Masa Depan

Pada poin ini, ada trik psikologi khusus yang bisa digunakan dalam mengatasi kebiasaan menunda. "Perangkat komitmen" teknik ini akan membantu kita untuk mengentikan kebiasaan menunda dengan merancang tindakan kita di masa depan dari jauh-jauh hari.

Contoh: Berhenti bermain ponsel dengan menghapus game atau media sosial kita, menyingkirkan alat eletronik seperti Tv, radio, ponsel, dan sejenisnya untuk mengurangi distraksi dalam membaca buku.