Baik karena jadwal yang padat, menerapkan metode intermittent fasting, atau sekadar belum merasa lapar, melewatkan sarapan sering kali menjadi hal biasa bagi sebagian orang. 

Namun, melansir dari laman Health, menjadikan kebiasaan melewatkan sarapan sebagai rutinitas harian ternyata berpotensi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi).

Sekilas, sarapan tampak tidak memiliki hubungan langsung dengan tekanan darah atau dorongan darah pada dinding pembuluh darah. Namun, berbagai studi menemukan korelasi menarik:

Analisis data pada tahun 2022 terhadap lebih dari 14.200 orang dewasa menunjukkan bahwa mereka yang rutin melewatkan sarapan memiliki risiko hipertensi yang lebih tinggi. Studi lain juga mencatat bahwa kebiasaan ini berkaitan dengan lonjakan tekanan darah yang lebih signifikan, terutama pada perempuan.

Penelitian sejauh ini baru menemukan hubungan asosiasi (asosiasi jangka panjang), bukan sebab-akibat langsung (cause-and-effect). Artinya, melewatkan sarapan sesekali tidak akan langsung menaikkan tekanan darah secara drastis.

Baca Juga: Lebih Baik Sikat Gigi Sebelum atau Sesudah Sarapan Pagi?

Alasan Melewatkan Sarapan Bisa Memengaruhi Tekanan Darah

Para ahli masih mempelajari mekanisme pasti di balik fenomena ini, namun ada beberapa teori utama yang menjadi pemicunya:

  • Perubahan Hormon Kortisol: Waktu sarapan memengaruhi ritme hormon kortisol yang mengatur stres, metabolisme, dan tekanan darah. Melewatkan sarapan dapat mengganggu ritme alami kortisol dan memicu peningkatan kadarnya secara sementara, yang pada akhirnya dapat mendongkrak tekanan darah.
  • Pola Makan yang Terganggu: Melewatkan makan pagi sering kali membuat seseorang meluapkan rasa lapar dengan makan berlebihan atau memilih makanan yang kurang bergizi di siang dan malam hari, yang berisiko memicu kenaikan berat badan.

Langkah Penting Bagi Penderita Hipertensi

Bagi kamu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, membiasakan sarapan bergizi bisa menjadi bagian dari pola hidup sehat. Kendati demikian, tetap fokus pada langkah-langkah yang sudah terbukti efektif menjaga kesehatan jantung, seperti:

  • Menerapkan pola makan gizi seimbang (seperti diet DASH).
  • Menjaga berat badan ideal dan membatasi konsumsi alkohol serta rokok.
  • Mengonsumsi obat penurun tekanan darah sesuai anjuran dokter.
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan intermittent fasting yang mengharuskan kamu melewatkan makan pagi.