Menyambut Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan rangkaian pertunjukan akhir pekan dan program Ruang Kreatif Liburan Anak sepanjang Juli sebagai ruang bagi anak-anak dan keluarga untuk mengenal seni budaya Indonesia melalui pengalaman yang menyenangkan. Mengusung semangat Hari Anak Nasional, rangkaian program ini mengajak anak tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kreatif melalui beragam workshop seni yang dapat diikuti secara gratis.

“Setiap anak berhak mendapatkan ruang untuk belajar, berekspresi, dan mengenal jati dirinya, termasuk melalui seni dan budaya. Menyambut Hari Anak Nasional, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya wawasan anak-anak tentang kekayaan budaya Indonesia. Kami percaya, ketika anak diberikan kesempatan untuk menikmati sekaligus terlibat langsung dalam proses berkesenian, kecintaan terhadap budaya akan tumbuh secara alami dan menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: The Founder5 Siap Gelar Pertunjukan Keduanya

Sepanjang Juli, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan berbagai pertunjukan yang mengangkat cerita, lagu, dan nilai-nilai kehidupan yang dekat dengan dunia anak. Rangkaian pertunjukan diawali dengan Makemory #SaveLaguAnak oleh Natasha, Ria Enes & Suzan, Tasya Kamila, dan Geofanny pada 4 Juli yang mengajak keluarga bernostalgia melalui lagu-lagu anak sekaligus memperkenalkannya kembali kepada generasi masa kini. Selanjutnya, Musikal Nara si Putri Angsa oleh Swargaloka pada 11 Juli mengangkat isu perundungan melalui kisah seorang putri yang berubah menjadi angsa, mengajak anak-anak memahami pentingnya empati dan menghargai perbedaan.

Memasuki paruh kedua Juli, rangkaian pertunjukan berlanjut dengan Fantasy Land oleh Regina Art yang berlangsung pada 18 Juli. Melalui petualangan Luna dan sahabat-sahabatnya di dunia penuh imajinasi, pertunjukan ini menghadirkan kisah tentang keberanian, persahabatan, kerja sama, dan kekuatan imajinasi sebagai media edukatif sekaligus hiburan berkualitas bagi anak-anak dan keluarga.

Rangkaian pertunjukan kemudian ditutup pada 25 Juli melalui Pertunjukan Musikal Ibu Sud: Nada Anak Nusantara persembahan Ngajagi Kreasi Nusantara. Berdurasi sekitar 60 menit, pertunjukan ini menghadirkan Sita Nursanti sebagai sosok Ibu Sud, ditemani Ria Enes dan Suzan sebagai narator cerita, untuk mengajak penonton mengenang sekaligus memperkenalkan kembali karya-karya Ibu Sud yang legendaris seperti Pergi Belajar, Naik Delman, Naik Becak, Burung Kutilang, Kupu-Kupu yang Lucu, hingga Tik-Tik Bunyi Hujan. Melalui aransemen baru dan penyajian drama musikal yang hangat, pertunjukan ini diharapkan menjadi ruang bagi keluarga untuk menikmati kembali warisan musik anak Indonesia.

“Sebagai seseorang yang tumbuh bersama lagu-lagu anak dan pernah merasakan indahnya masa menjadi penyanyi cilik, saya percaya lagu anak memiliki peran penting dalam membentuk kenangan sekaligus nilai-nilai positif sejak dini. Senang sekali melihat antusiasme anak-anak yang hadir di Galeri Indonesia Kaya, bahkan putra saya, Arrasya, ikut bernyanyi dan maju ke depan secara spontan ketika lagu-lagu anak dibawakan. Momen sederhana seperti itu menunjukkan bahwa lagu anak tetap bisa dinikmati lintas generasi ketika terus diperkenalkan melalui pengalaman yang menyenangkan bersama keluarga. Semoga semakin banyak anak Indonesia yang dapat tumbuh bersama lagu-lagu yang memang diciptakan untuk dunia mereka,” ujar Tasya Kamila.