PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) mencatat sepanjang tahun 2024 telah membayarkan klaim senilai lebih dari Rp1,3 triliun lebih dari 286.000 kasus klaim.

Director/Chief Operation Officer Generali Indonesia Jutany Japit, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/2/2025), kasus klaim tersebut terdiri dari manfaat kesehatan, klaim manfaat meninggal dunia dan klaim manfaat penyakit kritis. 

Baca Juga: PERURI Gelar Kesadaran Kanker di Desa Parungmulya

Baca Juga: Jadi Bos Baru Generali Indonesia, Begini Perjalanan Rebecca Tan

Baca Juga: Tutup Tahun 2024, Generali Indonesia Dukung Semarang 10K

"Pembayaran klaim ini merupakan bagian dari komitmen Generali Indonesia untuk terus mendampingi nasabah melewati masa-masa sulit," ujarnya.

Sementara itu, pihaknya mengatakan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tren klaim Generali Indonesia mencatat kenaikkan yang dipengaruhi nilai klaim kesehatan sebesar 19 persen (yoy). Kemudian, untuk nilai klaim meninggal dunia mengalami penurunan sebesar -1,55 persen (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Lanjut Jutany, dengan tingginya klaim asuransi kesehatan juga tergambar dari kondisi industri asuransi jiwa dimana nominalnya tumbuh signifikan sebesar 37,2 persen pada periode Januari-September 2024. 

"Klaim kesehatan yang masih terus meningkat ini, menunjukan masyarakat masih sangat membutuhkan proteksi asuransi," katanya. 

Baca Juga: Wujudkan Sustainable Lifestyle, Generali Indonesia Proteksi 10 Ribu Pelari Bank Jateng Borobudur Marathon 2024

Selain itu, tercatat klaim kesehatan Generali Indonesia yang mengambil porsi 80 persen dari total pembayaran klaim di sepanjang tahun 2024, dengan kenaikan rata-rata klaim kesehatan sebesar 7,37 persen.

"Untuk itu, di momen ini saya menghimbau masyarakat untuk memiliki proteksi asuransi, dan khususnya juga kepada nasabah untuk terus memastikan polis tetap aktif, karena risiko kesehatan bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja," serunya.

Kemudian, dalam meningkatkan pelayanan nasabah dari waktu ke waktu, Generali Indonesia terus menghadirkan inovasi  yang berkesinambungan, baik dari sisi produk, layanan customer dan tools digital untuk mempermudah jangkauan nasabah dan masyarakat kepada Generali Indonesia. 

Dari sisi produk, proteksi yang Ibu Surjati dapatkan bisa juga dimiliki oleh masyarakat lainnya melalui BeSMART Lite. Yaitu, sebuah produk asuransi dengan manfaat pasti yang memberikan perlindungan berupa Uang Pertanggungan (UP) apabila Tertanggung meninggal dunia hingga usia 100 tahun.

BeSMART Lite memiliki fleksibilitas dalam memilih masa pembayaran premi serta menawarkan perlindungan komprehensif terhadap risiko meninggal dunia dan penyakit dengan berbagai pilihan asuransi tambahan. 

Selain itu, produk ini juga bisa dilengkapi dengan manfaat tambahan Generali Healthcare Solution (GHS) dan perlindungan penyakit kritis, Multi-stage Critical Illness Protection (MCI Pro). 

GHS akan memberikan manfaat penggantian rawat inap dan rawat jalan, dengan beragam pilihan plan berdasarkan wilayah pertanggungan sampai ke seluruh dunia. 

Pembayaran biaya perawatannya pun sesuai tagihan dengan fasilitas cashless di jaringan rumah sakit rekanan. Sedangkan MCI Pro, memberikan perlindungan penyakit kritis dan perlindungan terhadap beragam gangguan penyakit kritis. Serta mampu memberikan proteksi komprehensif dari mulai tahap awal hingga katastropik, dengan konsep proteksi unik organ-based coverage.

Berbeda dari perlindungan penyakit kritis lainnya, perlindungan MCI Pro memperkenalkan manfaat inovatif yang bukan berdasarkan diagnosa nama penyakit yang terdaftar dalam polis.

Namun, perlindungan berdasarkan sistem dan fungsi organ sehingga memiliki perlindungan yang lebih luas. "Dari sisi layanan, nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi polis dalam genggaman melalui aplikasi Gen iClick," ujarnya.

Adapun, Gen iClick hadir dengan fitur-fitur unggulan diantaranya cek informasi polis, pengajuan klaim secara online, fitur telemedicine dan online pharmacy ‘Dokter Leo’, discharge button untuk keluar rumah sakit lebih cepat setelah rawat inap dan ragam fitur lainnya.

"Tanpa henti kami selalu memberikan layanan terdepan bagi nasabah. Tidak hanya pembayaran klaim, kami juga terus menghadirkan layanan dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah," tambahnya.

Lebih lanjut, dengan konsep high tech dan high touch, Generali terus berupaya mendampingi nasabah setiap saat, baik saat sakit maupun saat sehat. "Semua upaya ini merupakan wujud dari langkah kami untuk mewujudkan visi sebagai lifetimer partner bagi mereka," katanya.

Sementara itu, salah satu nasabah yang mendapatkan kemudahan klaim saat mengalami sakit adalah Surjati (59) yang didiagnosa gangguan tulang belakang pada leher dan harus melakukan serangkaian perawatan. 

Pada Kamis (27/2) dilakukan seremoni penyerahan klaim sekaligus menyerahkan bingkisan sehat kepada Surjati oleh direksi Generali.

"Selama 8 tahun ini, saya terus memastikan polis tetap aktif agar bisa terus terproteksi, dan siapa sangka sakit di tulang belakang yang saya alami membutuhkan perawatan serius hingga lebih dari Rp1 miliar, bahkan, semua proses perawatan dan klaimnya begitu mudah, serta agen yang mendampingi." ujarnya.