“Karena kadang kita bicara orang ya, di Kalbe itu kan kita ada istilah manusia DJITU. D-nya disiplin, J-nya jujur. I-nya itu adalah inisiatif, jadi orang punya inisiatif. T-nya tanggung jawab. U-nya ulet,” terang Vidjongtius.

Kelima karakter tersebut menjadi bagian penting dalam membangun SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki integritas dan sikap kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Menurut Vidjongtius, kepandaian dan kreativitas saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan kejujuran dan kedisiplinan. Karakter menjadi pertimbangan penting dalam melihat kualitas seseorang di dalam organisasi.

“Karakter orang ini yang kita cari. Kalau dia pintar, tapi tidak jujur, coret. Dia kreatif, bikin tes, segala macam, bagus, kerja bagus. Tapi kalau dia tidak jujur, tidak disiplin, coret,” tegasnya.

Selain membangun karakter, Vidjongtius menilai, perusahaan juga perlu mampu menempatkan setiap orang pada posisi yang sesuai dengan karakter dan potensinya.

Menurutnya, seseorang dapat berkembang ketika diberikan peran yang tepat, meskipun prosesnya mungkin membutuhkan waktu.

“Banyak hal yang kita bilang, manusia itu benar-benar harus dijaga. Kalau dia ditempatkan di posisi yang pas, walaupun lebih lambat sedikit, nanti dia berhasil,” tandasnya.

Baca Juga: Cara Vidjongtius Mencegah Politik Internal dan Konflik Kepentingan di Perusahaan