Schneider Electric bermitra dengan Swiss-Asia Financial Services untuk mendukung pengembangan dan penggalangan dana Schneider Electric Energy Access Asia Fund II (SEEAA Fund II). Dana blended finance terbaru ini dirancang untuk menjawab kesenjangan pendanaan tahap awal bagi perusahaan rintisan (startup) dalam bidang energi bersih di seluruh Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Bagi Indonesia, momentum ini mencerminkan pentingnya posisi Indonesia di dalam portofolio regional SEEAA, sekaligus menyoroti semakin besarnya peran startup lokal dalam memperkuat rantai nilai energi bersih.
Baca Juga: Rupiah Terjun Bebas, Istana: Insyaallah Fundamental Ekonomi Kuat
"Kami berharap dapat memperkuat hubungan pengelolaan dana kami dengan Indonesia. Dengan pengalaman operasional selama 22 tahun di Asia Tenggara, Swiss-Asia telah lama mendukung para wirausahawan di Indonesia. SEEAA Fund II akan menjadi dana ketiga yang kami kelola untuk investasi di pasar Indonesia,” ujar Pying-Huan Wang, Chief Executive Officer, Swiss-Asia Financial Services, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
SEEAA Fund II merupakan dana ekuitas blended finance yang direncanakan bernilai jutaan dolar AS dan dirancang untuk menjawab kesenjangan pendanaan tahap awal bagi startup energi bersih di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk India, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Dana ini akan menargetkan model bisnis berbasis teknologi yang berpotensi berkembang dalam skala yang lebih besar, mencakup pembangkitan energi, efisiensi energi, manajemen energi, ekonomi sirkular, dan pembiayaan hijau.
Melalui struktur blended finance, SEEAA Fund II diharapkan dapat menarik dan menggerakkan lebih banyak aliran modal swasta ke startup energi bersih tahap awal yang berpotensi memberikan dampak besar. Dana ini melanjutkan capaian SEEAA Fund I, yang telah berhasil menyuntikkan modal katalis kepada 13 perusahaan. Ke depan, SEEAA Fund II diharapkan dapat mengurangi sekitar 3 juta ton emisi CO₂, memberikan manfaat bagi 3,5 juta orang, serta menciptakan sekitar 5.000 lapangan kerja.
Untuk mempersiapkan rencana Fund II, Schneider Electric memanfaatkan Asia Climate Solutions Design Grant dari Convergence, hibah yang diberikan melalui program Blended Finance Accelerator. Hibah ini kemudian akan digunakan untuk menyempurnakan struktur blended finance Fund II, sekaligus mempercepat proses penggalangan dana dan pelibatan investor. Tujuannya adalah agar dana ini dapat menjangkau lebih banyak startup berdampak yang masih kekurangan modal di kawasan ini.
“Transisi energi Indonesia akan sangat ditentukan oleh kekuatan inovator lokal dan kemitraan yang dapat menjanjikan potensi besar untuk berkembang. Melalui SEEAA, kami bangga dapat mendukung startup seperti Xurya, SolarKita, Dash Electric, dan Agros. Pada saat yang sama, kami juga dapat berkontribusi pada platform regional yang lebih luas guna membuka akses terhadap lebih banyak aliran modal dan dukungan melalui rencana SEEAA Fund II,” ujar Martin Setiawan, President Director Indonesia & Timor-Leste, Schneider Electric.