Di tengah ketidakpastian global yang dipengaruhi dinamika geopolitik, fluktuasi harga minyak, hingga arah suku bunga yang sulit diprediksi, emas semakin mendapat perhatian sebagai instrumen perlindungan nilai.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang pun terus meningkat, mendorong emas menjadi salah satu aset yang paling diminati karena kemampuannya menjaga nilai kekayaan dari dampak inflasi dan depresiasi mata uang.

Survei Populix pada Januari 2026 menunjukkan bahwa 80 persen responden Indonesia menempatkan emas sebagai aset safe haven yang paling dipercaya di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Namun, pemahaman masyarakat mengenai fungsi emas sebagai instrumen perlindungan kekayaan dinilai masih perlu diperkuat.

Melihat kondisi tersebut, Public Gold Indonesia terus memperluas edukasi dan literasi emas kepada masyarakat. Komitmen itu kembali ditegaskan dalam perayaan satu dekade Public Gold Indonesia melalui Award Recognition Night (ARN) 2026 yang digelar di Grand Paragon Hotel, Jakarta Barat, Sabtu (6/6/2026).

Founder dan Executive Chairman Public Gold Group sekaligus Presiden Malaysia Gold Association, Dato’ Wira Louis Ng Chun Hau, mengatakan bahwa sejak berdiri di Malaysia pada 2008, Public Gold tidak hanya berfokus pada perdagangan emas, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepemilikan emas fisik sebagai aset jangka panjang.

“Dengan visi menyediakan akses mudah, aman, dan terjangkau terhadap kepemilikan emas fisik berkualitas tinggi, Public Gold Indonesia ingin pula memberikan makna bagi masyarakat luas tentang pentingnya emas sebagai strategi investasi jangka panjang dan safe-haven asset,” tutur Dato’ Wira Louis Ng Chun Hau.

Menurut Dato’ Wira Louis Ng Chun Hau, perjalanan Public Gold di Indonesia merupakan bagian penting dari ekspansi regional perusahaan yang telah berlangsung selama hampir dua dekade.

“Public Gold telah beroperasi di Malaysia selama 18 tahun terakhir. Sementara di Indonesia, Public Gold telah hadir dan berkembang selama 10 tahun terakhir. Dalam kurun waktu 10 tahun tersebut, kami telah bekerja dengan sungguh-sungguh, dan saat ini kami memiliki delapan cabang Public Gold yang tersebar di seluruh Indonesia serta satu pabrik yang memproduksi batangan emas yang dipasarkan oleh Public Gold,” paparnya.

Keberadaan Public Gold di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Saat ini, perusahaan telah memiliki hampir 50.000 pelanggan dan ribuan Public Gold Business Owner (PGBO) yang aktif menyebarluaskan edukasi emas kepada masyarakat.

“Di Indonesia, jumlah pelanggan kami saat ini sudah mendekati 50.000 orang. Jika dibandingkan dengan Malaysia, angka tersebut memang masih cukup jauh. Namun, saya melihat potensi yang sangat besar di Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia hampir delapan kali lebih besar dibandingkan Malaysia. Ini merupakan peluang yang luar biasa, dan kami akan terus berkembang bersama PGI dengan menghadirkan layanan dan kualitas yang semakin baik,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Head of Operations Public Gold Indonesia, Febrina Amalia, menambahkan bahwa satu dekade perjalanan perusahaan ditandai dengan sejumlah capaian strategis, termasuk pengakuan terhadap kualitas produk melalui sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Di tahun ini kami mendapatkan satu hadiah yang sangat baik, yaitu lisensi Standar Nasional Indonesia untuk keseluruhan produk kami. Selain itu, customer base kami juga sudah mencapai 50 ribu orang,” terangFebrina.

Ia optimistis pertumbuhan minat masyarakat terhadap emas akan terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda yang mulai memandang emas sebagai instrumen perlindungan aset di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Public Gold Indonesia menargetkan pencapaian 10 juta pelanggan pada tahun 2030 sebagai bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem edukasi emas yang lebih luas dan berkelanjutan,” katanya.

Untuk mendukung target tersebut, perusahaan terus memperluas jaringan layanan ke berbagai daerah.

“Saat ini kami sudah hadir di Jakarta, Bandung, Bekasi, Balikpapan, Banjarbaru, Makassar, Yogyakarta, dan Surabaya. Ke depan kami akan membuka cabang di Medan, Padang, Palembang dan beberapa kota besar lainnya. Harapan kami, Public Gold Indonesia akan terus berkembang dan memberikan standar layanan yang semakin berkualitas,” tambahnya.

Baca Juga: Harga Emas Naik, Beli Sekarang atau Tunggu? Ini Pertimbangannya

Di tingkat masyarakat, edukasi menjadi faktor utama yang mendorong berkembangnya ekosistem Public Gold. Hal itu dirasakan langsung oleh First Founder Master Dealer Public Gold Indonesia, Denny Kurniawan, yang telah bergabung sejak awal kehadiran perusahaan di Indonesia.

Menurut Denny, yang membedakan Public Gold dengan perusahaan emas lainnya adalah pendekatan edukatif yang diberikan kepada masyarakat.

“Yang membuat saya jatuh cinta kepada Public Gold bukan hanya sekadar menjual emas. Hari ini banyak penjual emas di mana-mana, tetapi yang sangat membedakan Public Gold adalah edukasinya kepada masyarakat. Edukasi inilah yang membuat masyarakat semakin cerdas secara finansial,” ungkap Denny.

Ia menilai, masih banyak masyarakat yang berfokus pada menumpuk uang tanpa memahami risiko penurunan nilai akibat inflasi. Lebih lanjut, Denny pun berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang mulai menjadikan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga.

“Saya ingin mengemaskan Indonesia dengan simpan emas. Mudah-mudahan ini bisa menjadi semangat untuk Indonesia ke depannya,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan Founder Master Dealer sekaligus Record Breaker Public Gold Indonesia, Tina Christanti. Menurutnya, emas tidak hanya menjadi instrumen investasi, tetapi juga sarana membangun warisan aset bagi generasi berikutnya.

“Kalau kita bekerja hari ini, biasanya kita mencari penghasilan untuk bulan ini. Tetapi ketika berbisnis di Public Gold, kita sedang merancang masa depan dan membangun aset yang terus bertumbuh,” kata Tina.

Tina pun menjelaskan bahwa konsep bisnis yang dikembangkan Public Gold memungkinkan aset dan jaringan yang dibangun tetap memberikan manfaat jangka panjang.

“Bisnis Public Gold ini memang dirancang untuk diwariskan kepada orang-orang terkasih. Kalau bisnis konvensional, ketika pemiliknya meninggal maka bisnisnya bisa berhenti. Tetapi di Public Gold, bisnis itu bisa terus berjalan. Di situlah hebatnya bisnis ini,” ujarnya.

Sementara itu, Founder Master Dealer Champion Sales and Recruitment, Ary Sulaksono, menilai tantangan terbesar dalam mengedukasi masyarakat adalah mengubah persepsi bahwa emas hanya dapat dimiliki kalangan tertentu.

“Selama ini image emas hanya milik orang-orang berduit dan orang-orang kaya. Tetapi setelah saya jalankan, ternyata anggapan itu tidak berlaku di Public Gold. Public Gold bukan hanya menjual emas, tetapi memberikan ilmu dan edukasi sehingga masyarakat memahami fungsi emas itu sendiri,” ungkap Ary.

Menurut Ary, akses kepemilikan emas kini semakin mudah karena masyarakat dapat memulai pembelian dengan nominal yang relatif terjangkau.

“Pembelian emas di Public Gold bisa dimulai dari nominal yang sangat kecil, sekitar Rp300 ribuan. Jadi tidak harus orang yang punya banyak uang untuk bisa memiliki emas. Semua orang bisa, selama ilmunya sampai kepada masyarakat,” katanya.

Ary juga menegaskan bahwa kualitas produk Public Gold telah memenuhi standar internasional dan dipasarkan di berbagai negara.

“Public Gold bukan hanya hadir di Indonesia dan Malaysia, tetapi juga di Dubai dan London. Artinya, emas Public Gold sudah mendunia. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana edukasi ini bisa sampai kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Baca Juga: 5 Rahasia Investasi Emas Digital