Sasa menghadirkan Sasa OPORasi Lebaran Food Festival dengan menghadirkan 1.447 porsi opor ayam untuk dinikmati bersama masyarakat sebagai santapan berbuka puasa. Berlangsung di Q-Big BSD City pada Minggu (8/3), acara tersebut dihadiri oleh ribuan pengunjung yang terdiri dari peserta memasak, peserta dari berbagai komunitas, warga sekitar, hingga masyarakat umum.
Melalui acara ini, Sasa Santan mencatat sejarah memecahkan Rekor MURI lewat ajang memasak 1.447 porsi opor ayam dalam satu rangkaian kegiatan di satu lokasi. Angka 1.447 ini dipilih secara khusus sebagai wujud simbolis perayaan menyambut Hari Raya Idulfitri tahun 1447 Hijrah.
Baca Juga: Rayakan 35 Tahun di Indonesia, McDonald’s Hadirkan Program Ramadan dan Menu Ayam McD Gulai
“Bagi kami, 1.447 porsi opor ini bukan sekadar angka pencapaian rekor, melainkan cara sederhana untuk merayakan kebersamaan. Kami ingin siapa pun yang hadir bisa merasakan hangatnya momen berbuka bersama, sekaligus membawa pulang inspirasi untuk menghadirkan opor yang gurih dan nikmat dengan Sasa Santan sebagai hidangan yang selalu dinanti saat Lebaran," ujar Nanda Rahmanu, Marketing Manager PT. Sasa Inti, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Selain memecahkan rekor, Sasa Santan juga menegaskan kualitas produknya melalui rangkaian aktivitas di Dapur OPORasi Lebaran dan sesi Uji Tidak Mudah Pecah. Pada sesi ini, peserta menyaksikan langsung kualitas Sasa Santan yang mempertahankan kekentalannya dan meresap sempurna ke dalam masakan tanpa menggumpal atau pecah meski telah melalui proses pemanasan dalam durasi panjang.
Festival ini turut menghadirkan Kajian Ramadan bertema “Keutamaan Idulfitri” bersama Ustadz Subki Al-Bughury, serta pasangan selebritas Inul Daratista dan Adam Suseno. Perpaduan pesan keagamaan, hiburan, dan kuliner menghadirkan momen kebersamaan yang semakin bermakna di bulan suci.
Melalui OPORasi Lebaran Food Festival, momen persiapan Lebaran diharapkan bisa terasa lebih ringan dan menyenangkan, khususnya bagi para ibu. Memasak opor tak lagi identik dengan kerepotan di dapur, melainkan menjadi proses yang lebih praktis dengan hasil yang tetap lezat dan konsisten. Dengan begitu, lebih banyak waktu dan energi bisa dicurahkan untuk menikmati kebersamaan, menyambut tamu, dan merayakan Hari Raya dengan penuh kehangatan.