Sayangnya, banyak rutinitas skincare modern lebih fokus pada banyaknya produk yang diaplikasikan dibanding memahami kebutuhan dasar kulit itu sendiri.

Padahal, salah satu prinsip paling mendasar dalam dermatologi adalah memastikan kulit dibersihkan secara optimal sebelum diberikan hidrasi yang cukup.

Eksfoliasi yang dilakukan secara konsisten membantu kulit lebih efektif menyerap dan mempertahankan kelembapan. Prinsip sederhana inilah yang sejak lama diterapkan dalam ritual lulur tradisional Bali.

Tradisi tersebut pada dasarnya mengajarkan dua langkah penting, yaitu membersihkan kulit dengan eksfoliasi lembut berbahan alami, lalu segera mengunci kelembapan kulit setelahnya. Ritual ini dilakukan secara perlahan, penuh kesadaran, dan konsisten, bukan secara terburu-buru.

Meski hasil pada setiap individu tentu berbeda tergantung kondisi dan jenis kulit masing-masing, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kulit yang rutin dibersihkan dari penumpukan sel mati dan mendapatkan hidrasi yang cukup cenderung berada dalam kondisi yang lebih optimal untuk memperbarui dirinya.

Ibu Wayan mungkin tidak pernah mengenal istilah seperti transepidermal water loss atau skin cell turnover, tetapi leluhurnya telah memahami prinsip yang sama lewat pengalaman dan tradisi.

Merawat kulit, pada akhirnya, bukan selalu soal menambah semakin banyak produk. Kadang, perawatan terbaik justru kembali pada dua langkah paling mendasar yang sering terlupakan, yakni membersihkan kulit dengan benar dan menjaga kelembapannya dengan konsisten.

Kini, kearifan lokal tersebut mulai kembali mendapat tempat di tengah masyarakat modern. Sejumlah brand lokal menghadirkan bahan-bahan tradisional Nusantara seperti kunyit Jawa, beras Bali, dan cendana Nusa Tenggara dalam formulasi yang lebih praktis digunakan sehari-hari.

Salah satunya adalah Etnaprana by Essentia Apothecary yang menghadirkan Body Scrub dan Body Lotion berbasis rempah Nusantara untuk membantu menghidupkan kembali ritual perawatan kulit tradisional ke dalam rutinitas masyarakat urban masa kini.

Bukan sebagai janji perubahan instan, melainkan ajakan untuk merawat kulit dengan cara yang lebih sadar, konsisten, dan bermakna.

Baca Juga: 5 Negara Tujuan Liburan Perawatan Diri Terfavorit 2026, Indonesia Masuk Daftar?