Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Suahasil dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan 2024-2029.
Sebelum dipercaya menduduki kursi Menkeu, Suahasil merupakan Wakil Menteri Keuangan. Ia pertama kali dilantik mendampingi Menteri Keuangan pada 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih.
Dengan pengalaman panjang di bidang fiskal, Suahasil kini mendapat mandat lebih besar untuk memimpin Kementerian Keuangan sekaligus mengawal kebijakan keuangan negara.
Baca Juga: Siapa Sebenarnya Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru Pengganti Purbaya?
Bukan Orang Baru di Kementerian Keuangan
Karier Suahasil sebenarnya lebih dulu dibangun dari dunia akademik. Ia bergabung sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999.
Kariernya di lingkungan kampus terus berkembang. Suahasil pernah dipercaya menjadi Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Kepala Lembaga Demografi, hingga Ketua Departemen Ilmu Ekonomi UI. Pada 2009, ia juga meraih gelar Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi.
Pengalamannya kemudian meluas ke ranah kebijakan publik. Suahasil pernah terlibat dalam sejumlah tim pemerintah yang menangani desentralisasi fiskal, otonomi daerah hingga percepatan penanggulangan kemiskinan.
Namanya semakin dekat dengan pengelolaan kebijakan fiskal ketika ditunjuk sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan pada 31 Oktober 2016.
Tiga tahun kemudian, tepatnya 25 Oktober 2019, Suahasil dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan di era Kabinet Indonesia Maju. Posisi tersebut kembali diembannya ketika pemerintahan Prabowo-Gibran terbentuk pada 2024.
Dari sisi pendidikan, Suahasil merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1994 sebelum melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science pada 1997.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign. Ia meraih gelar Ph.D. bidang ekonomi pada 2003.
Punya Kekayaan Rp138,16 Miliar
Di luar perjalanan kariernya, harta kekayaan Suahasil juga menjadi perhatian. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 27 Februari 2026, Suahasil memiliki kekayaan bersih Rp138,16 miliar.
Total tersebut berasal dari keseluruhan aset senilai Rp138,20 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp33,99 juta.
Porsi terbesar kekayaan Suahasil berasal dari surat berharga. Nilainya mencapai Rp66,87 miliar atau hampir separuh dari total harta yang dilaporkan.
Kekayaan dalam bentuk properti menjadi penyumbang terbesar berikutnya. Suahasil tercatat memiliki tanah dan bangunan dengan nilai total Rp49,85 miliar.
Properti tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta Selatan, Jakarta Pusat hingga Depok. Salah satu aset dengan nilai terbesar berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 541 meter persegi dengan luas bangunan 250 meter persegi. Nilainya mencapai Rp28 miliar.
Ia juga tercatat memiliki tanah dan bangunan lain di Jakarta Selatan senilai Rp5,7 miliar dan Rp4,37 miliar. Selain itu, terdapat tanah seluas 532 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp3,96 miliar.
Di Depok, Suahasil memiliki tanah seluas 1.980 meter persegi yang dilaporkan bernilai Rp4,96 miliar. Sementara di Jakarta Pusat terdapat dua unit bangunan yang masing-masing bernilai sekitar Rp537,64 juta dan Rp817,6 juta.
Untuk kendaraan dan mesin, total aset yang dilaporkan mencapai Rp1,22 miliar. Di dalamnya terdapat empat mobil, yakni Toyota Alphard 2019 senilai Rp518 juta, Honda HR-V 2022 senilai Rp330 juta, Honda Jazz Sedan 2019 senilai Rp220 juta, serta Toyota Camry Sedan 2013 senilai Rp160 juta.
Selain itu, Suahasil memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp9,07 miliar. Ia juga mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp6,03 miliar serta harta lainnya senilai Rp5,12 miliar.
Dengan kekayaan bersih mencapai Rp138,16 miliar, Suahasil kini memasuki babak baru dalam kariernya. Dari akademisi, pejabat fiskal hingga Wakil Menteri Keuangan, ia kini dipercaya Prabowo memegang kendali atas Kementerian Keuangan.