John Robert Powers (JRP), sekolah pengembangan kepribadian (personality development) global asal Amerika Serikat, kini genap berusia 40 tahun di Indonesia. Selama itu, JRP Indonesia telah berhasil meluluskan hingga puluhan ribu alumnus dengan beragam latar belakang, mulai dari artis, penyanyi, pebisnis, akademisi, menteri, politisi, birokrat, hingga masih banyak lagi yang lainnya. 

Sebagai momen perayaan, JRP Indonesia menggelar “40 Years John Robert Powers Indonesia—Grand Reunion” di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, pada Sabtu (11/4). Selain komisaris dan direksi, para alumnus juga hadir untuk memeriahkan acara tersebut dan berbagi pengalaman tentang bagaimana JRP Indonesia mampu mengubah diri mereka menjadi jauh lebih baik dan percaya diri. 

Baca Juga: Perayaan Lunar New Year 2026 di Kawasan SCBD Lewat 'Ride to Luck'

Giok Kinski Maharani Detri Ayusta (masuk ke JRP pada 2019), peraih gelar Putri Indonesia Intelegensia 2023, misalnya, mengaku sebelumnya ia bukan orang yang cukup percaya diri, bukan orang yang vokal, dan bukan orang yang paling tahu jalan hidupnya mau ke mana. “Tetapi, di JRP saya belajar satu hal penting, yaitu confident. Setelah itu, saya mengalami transformasi yang luar biasa hingga lolos ke ajang Putri Indonesia,” katanya.

Soedjianto Soegondo, pebisnis global di lebih dari 50 negara asal Surabaya, bahkan terus belajar di JRP Indonesia sejak 1992 hingga saat ini mengingat manfaat bagi dirinya. “Sebelum masuk JRP, saya ngomong di hadapan orang banyak itu sulit. Sebagai pebisnis yang harus menghadapi banyak orang, saya menyadari perlu berubah. Sekarang, setelah belajar di JRP, saya ngomong di depan 100, 1.000, bahkan 10.000 orang pun biasa,” ujarnya.

Perjalanan yang Tidak Mudah

Mengembangkan bisnis pendidikan informal yang fokus pada pengembangan diri di Indonesia sangatlah tidak mudah. Sebab, menurut Indayati Oetomo, Komisaris sekaligus International Director JRP, yang namanya informal itu didasarkan atas kemauan, bukan kewajiban. Jadi, untuk bergabung dengan JRP Indonesia, peserta harus tergugah dari hatinya.

“Walau begitu, kami bersyukur, selama 40 tahun ini JRP Indonesia mampu bertahan dengan segala macam tantangannya, bahkan berkembang dengan beberapa cabang, antara lain di Menara Astra, Sudirman, Jakarta; Kelapa Gading, Jakarta; BSD City, Serpong; Surabaya; dan Denpasar,” katanya. “Tantangan terberatnya adalah saat terjadi pandemi pada 2020-2023. Saat itu, semua orang harus di rumah, dan belajar informal termasuk yang paling terimbas. Tetapi, kami masih ada sampai sekarang.”

Indayati menegaskan bahwa kurikulum yang ditawarkan oleh JRP Indonesia berbeda dengan lembaga pelatihan pada umumnya. Kurikulum yang diajarkan JRP Indonesia telah berhasil membawa banyak orang semakin sukses dalam berkarier dan berbisnis, sedikit di antaranya Giok Kinski Maharani dan Soedjianto Soegondo. JRP Indonesia bahkan berhasil menjadikan mental anak down syndrome berkembang lebih baik daripada sebelumnya.