Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah merilis hasil surveinya yang menunjukkan kesenjangan penilauan publik pada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Prabowo Subianto.

Tercatat, 71 persen responden menyatakan ketidakpuasan pada kinerja Gibran, dan terdapat 66 persen kepuasan pada Presiden Prabowo. Adapun temuan tersebut dimuat dalam tajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih. 

Baca Juga: Presiden Prabowo Targetkan Pangkas 700 BUMN Lagi hingga Akhir Tahun 2026

Menurut Dedi, hanya 19 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Gibran dan tidak ada responden yang menyatakan sangat puas. Sementara, terdapat 53 persen responden mengaku tidak puas dan 18 persen lainnya menyatakan sangat tidak puas.

"Sehingga total ketidakpuasan mencapai 71%," ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip Senin (26/10/2026).

Baca Juga: Alhamdulillah, Ijazah Gibran Bakal Ditunjukkan Wujudnya, Kuasa Hukum Siap Buka Dokumen dari SMP hingga S1

Lanjutnya, ia mengatakan jika penilaian negatif tersebut menjadi catatan tersendiri bagi putra Presiden ke-7 Jokowi tersebut. 

"Kondisi ini menjadi indikator penting untuk mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan peran Wakil Presiden, khususnya dalam kontribusinya terhadap agenda pemerintahan dan penyelesaian persoalan prioritas masyarakat," ujarnya lagi.

Ia menilai angka tersebut memperlihatkan ketidakpuasan terhadap Gibran masih jauh di bawah penilaian Kepala Negara. 

Namun, ia mengatakan survei ini tidak dengan sendirinya menjelaskan faktor penyebab rendahnya kepuasan tersebut.

Sementara itu, penilaian responden terhadap Prabowo tercatat 61 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja presiden, sedangkan 5 persen lainnya menyatakan sangat puas. Di sisi lain, 28 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Prabowo dan 6 persen lainnya mengaku sangat tidak puas, dengan total ketidakpuasan terhadap Prabowo tembus 34 persen.

Menurutnya, jberdasarkan penilaian terhadap masing-masing pejabat, mayoritas responden memberikan evaluasi negatif kepada Gibran, sedangkan penilaian terhadap Prabowo didominasi kepuasan.

Sebagai informasi, survei tersebut pada 12–20 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error survei sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.