Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka terus menyoroti pihak-pihak yang gencar menyerang Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), termasuk soal polemik keabsahan ijazah Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, kebencian terhadap Jokowi dan keluarga justru tidak mempegaruhi dirinya. Karena itu, ia menilai sosok Jokowi kerap membuat orang kebingugan lantaran tetap tenang meski menerima serangan.
Baca Juga: Saya adalah Prabowo, Saya Bukan Penerus Jokowi!
Baca Juga: Siap-Siap! Bantuan Rp900 Ribu dari Prabowo Segera Cair...
"Kebencian irrasional dan tokoh seperti Jokowi ini memang agak paradoks dan bikin pusing banyak orang," cuitnya dalam akun X pribadinya, seperti dikutip Jumat (23/10/2026).
"Dimaki-maki ngga tumbang, dipuji-puji juga biasa saja," cetusnya lagi.
Menurutnya, tujuan Jokowi selama menjadi presiden agar Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat. "Yang ia mau sebenarnya sederhana, Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat dan ia sendiri membuktikan itu saat menjabat sebagai presiden dua periode," tambahnya.
Sementara itu, ia menegaskan jika pemerintahan saat ini dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, bukan Jokowi.
"Sekarang rezim dan tantangan zamannya sudah ngga sama, tapi para pembenci masih saja berpikir kalau Jokowi adalah presidennya," ujarnya.
"Makanya ada istilah "beroposisi pada Jokowi" bukan pada pemerintahan Prabowo-Gibran. Aneh bin ajaib," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut polemik ijazah dirinya dan putra sulungnya diwarnai operasi politik oleh pihak-pihak yang menunggani persoalan tersebut,
"Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi pekan lalu.