Qualcomm Technologies, Inc. memperkenalkan jajaran chipset terbarunya untuk perangkat mobile dan PC di Indonesia, seiring berkembangnya teknologi menuju era Agentic AI.
Melalui Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta, Qualcomm memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Snapdragon 8 Elite Gen 6, serta Snapdragon X2 Series.
Jajaran platform tersebut dirancang untuk menghadirkan kemampuan komputasi yang lebih tinggi sekaligus mendukung pengalaman AI yang semakin terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari.
Qualcomm mengembangkan pendekatan berbasis sistem dengan mengoptimalkan berbagai komponen perangkat secara bersamaan, mulai dari CPU, GPU, NPU, sensor, konektivitas, memori, hingga konsumsi daya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari visi Qualcomm terhadap Agentic AI, ketika perangkat tidak hanya menjalankan perintah, tetapi semakin mampu memahami konteks dan membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas secara lebih personal dan responsif.
“Perluasan Snapdragon ke berbagai kategori komputasi membuka peluang baru bagi Qualcomm dan para mitra untuk menghadirkan pengalaman yang lebih terhubung dan personal. Di era Agentic AI, kebutuhan komputasi menjadi semakin terintegrasi antara perangkat, edge, dan cloud,” terang ST Liew, Vice President, Qualcomm Technologies, Inc. and President, Qualcomm Southeast Asia, Australia and New Zealand, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (2/10/2026).
“Indonesia dan Asia Tenggara memiliki peran penting dalam perkembangan ekosistem ini, sehingga kami akan terus bekerja sama dengan OEM dan mitra ekosistem untuk membawa inovasi yang relevan bagi konsumen,” lanjutnya.
Untuk kategori smartphone premium, Qualcomm mengusung strategi dual flagship melalui Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Keduanya ditujukan untuk menghadirkan peningkatan pada performa, kecerdasan buatan, gaming, imaging, konektivitas, dan efisiensi daya.
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 menjadi varian tertinggi yang difokuskan pada kemampuan Agentic AI tingkat lanjut. Platform ini dirancang untuk memproses berbagai jenis input, termasuk teks, suara, dan gambar secara langsung di perangkat, sekaligus mendukung pengalaman gaming serta pembuatan konten kelas atas.
Sementara itu, Snapdragon 8 Elite Gen 6 menawarkan kombinasi performa, kemampuan AI, dan efisiensi daya yang ditujukan untuk memperluas pengalaman flagship ke lebih banyak perangkat premium.
Kedua platform ditenagai CPU Qualcomm Oryon generasi terbaru. Pada varian Extreme, Qualcomm juga menghadirkan Adreno Neural Fusion yang dirancang untuk mendukung pengalaman grafis gaming berbasis AI yang lebih imersif.
Perangkat yang menggunakan kedua platform tersebut akan diperkenalkan oleh sejumlah OEM dan merek smartphone global maupun Indonesia dalam waktu mendatang. Kemampuan yang ditawarkan mencakup pemrosesan AI yang lebih memahami konteks pengguna, pengalaman gaming dan imaging yang lebih responsif, konektivitas yang andal, serta efisiensi daya yang lebih baik.
Di kategori PC, Qualcomm melanjutkan pengembangan Snapdragon X Series melalui Snapdragon X2 Series. Platform generasi terbaru ini membawa peningkatan performa hingga 67 persen dibandingkan generasi sebelumnya, dengan konsumsi daya hingga 43 persen lebih rendah.
Peningkatan tersebut ditujukan untuk menghadirkan pengalaman komputasi bertenaga tanpa mengorbankan efisiensi, termasuk ketika laptop digunakan dalam kondisi tidak terhubung dengan sumber listrik. Qualcomm juga menekankan pengalaman penggunaan yang tetap sejuk dan senyap.
Kemampuan grafis dan AI turut mendapatkan peningkatan. Adreno X2 dirancang untuk memberikan peningkatan performa gaming, sementara NPU dengan kemampuan hingga 80 TOPS pada Snapdragon X2 menawarkan performa pemrosesan AI hingga 67 persen lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Kemampuan pemrosesan AI secara langsung di perangkat tersebut menjadi salah satu fondasi menuju Agentic AI pada PC. Dengan pemrosesan yang semakin kuat, perangkat dapat menangani lebih banyak tugas AI secara lokal, termasuk memahami konteks dan membantu pengguna dalam menjalankan berbagai aktivitas.
Baca Juga: ADVAN AIR NEO Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya
Ekosistem Snapdragon PC juga terus berkembang dengan lebih dari 7.300 aplikasi yang kompatibel serta lebih dari 3.000 game yang telah didukung. Qualcomm turut memperluas portofolio melalui Snapdragon C untuk menghadirkan pengalaman Snapdragon pada laptop entry-level, dengan fokus pada performa responsif, efisiensi daya, dan kemampuan AI.
Ekspansi tersebut juga mencakup dukungan pada lebih banyak kategori perangkat dan sistem operasi, termasuk Googlebook, Windows, serta Linux, sehingga pengalaman komputasi berbasis Snapdragon dapat menjangkau lebih banyak pengguna.
Dalam acara tersebut, Qualcomm turut memamerkan beragam perangkat berbasis Snapdragon dari kategori extended reality (XR), audio, wearable, hingga gaming. Beberapa di antaranya adalah Ray-Ban Meta Glasses, Meta Quest 3, Bose Headphones dan Earbuds, Lenovo Legion Gaming Tab, serta Samsung Watch Ultra 2.
Semakin luasnya ekosistem tersebut menunjukkan bagaimana Snapdragon tidak hanya dikembangkan untuk smartphone dan PC, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai perangkat yang mendukung pengalaman digital yang semakin terhubung.
Bagi konsumen, pengembangan Snapdragon diarahkan pada sejumlah manfaat yang dapat dirasakan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari pemrosesan AI secara langsung di perangkat dan kompatibilitas aplikasi yang luas untuk mendukung produktivitas, efisiensi daya dan fitur instant-on, hingga konektivitas antara smartphone dan PC.
Performa pemrosesan yang lebih tinggi juga ditujukan untuk mendukung kebutuhan kreator dan gamer, sementara kemampuan AI lokal dengan pengenalan objek membuka peluang pengembangan lebih lanjut untuk perangkat Internet of Things (IoT) dan otomatisasi.
“Teknologi akan memberikan nilai yang lebih besar ketika mampu menjawab kebutuhan nyata. Karena itulah, Qualcomm bekerja sama dengan para pembuat perangkat, merek, kreator, komunitas, dan ecosystem partners untuk menjadikan inovasi Snapdragon lebih relevan dan mudah digunakan oleh konsumen, khususnya di Indonesia,” ujar Don McGuire, EVP dan Chief Marketing Officer, Qualcomm Incorporated.
Menurut Don, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat teknologi Snapdragon ke lebih banyak perangkat dan skenario penggunaan.
“Melalui inovasi ini, kami ingin Snapdragon semakin dikenal bukan hanya dari teknologi di dalam perangkat, tetapi melalui pengalaman yang dirasakan konsumen setiap hari. Di Indonesia, kami harap semakin banyak orang dapat menikmati perangkat yang lebih cerdas, personal, responsif, dan efisien untuk bekerja, berkreasi, bermain, dan tetap terhubung,” tutup Don.
Adapun ketersediaan produk, model perangkat, harga, serta waktu peluncuran akan mengikuti pengumuman dan keputusan masing-masing mitra.
Baca Juga: Google dan Qualcomm Hadirkan Googlebook, Laptop dengan Gemini Intelligence