Pemilihan Umum 2024 menyisakan kabar duka bagi puluhan keluarga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Sebagaimana yang terjadi pada Pemilu lalu, hajatan demokrasi lima tahun itu kembali memakan korban, puluhan anggota KPPS dinyatakan tewas dalam tugas. 

Kementerian Kesehatan, hingga Jumat (16/2/2024) sudah menerima 27 laporan kasus kematian KPPS. Tak menutup kemungkinan jumlah ini meningkat dalam satu dua hari kedepan. Laporan kematian yang diterima Kemenkes sekarang ini adalah data sementara. 

Baca Juga: Gerak Senyap Silent Majority Kerek Suara Prabowo-Gibran di Pilpres 2024

"Iya (total laporan diterima 27) sebaran meninggal pasien dari petugas Pemilu," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi Sabtu (17/2/2024). 

Adapun kematian para petugas KPPS disebabkan berbagai faktor selain karena kelelahan lantaran bekerja non stop dalam 24 jam, banyak dari mereka yang tewas karena serangan jantung. Namun ada beberapa kasus yang hingga kini belum terkonfirmasi penyebabnya. Penyebab kematian yang belum diketahui itu sebanyak 8 kasus. 

“Penyakit jantung paling banyak mendominasi penyebab kematian, yaitu sembilan kasus,” ujar Nadia. 

Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan juga mencatat empat kasus kematian petugas KPPS yang terjadi karena kecelakaan. Ini sebanyak empat kasus masing-masing dua kasus septic shock dan tidak memiliki komorbid. Selanjutnya, masing-masing satu kasus kematian karena Acute Respiratory Distress Syndrome dan juga hipertensi.

Adapun kasus kematian petugas KPPS pada Pemilu 2024 ini tersebar di beberapa wilayah. Kementerian Kesehatan mencatat kasus terbanyak terjadi di Jawa Tengah dengan tujuh kasus.

Sementara itu di Jawa Timur dan Jawa Barat masing-masing terdapat lima kasus disusul DKI Jakarta dengan tiga kasus kematian. 

“Kemudian masing-masing dua kasus kematian di Banten dan Sumatera Selatan. Serta masing-masing satu kasus di Sumatera Utara, Riau, dan Sulawesi Utara,” ucap Nadia.

Kasus Menurun Dibanding Pemilu Sebelumnya

Kendati Pemilu 2024 masih terus meminta tumbal, namun kasus kematian kali ini menurun drastis jika dibandingkan dengan kasus yang terjadi pada pemilu lima tahun lalu. Data Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 894 kasus kematian KPPS pada Pemilu 2019 lalu.

"Dibandingkan pemilu sebelumnya yang angka kematiannya di atas 100 orang, tahun ini menurun jauh," kata Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin

Ada banyak hal membuat kasus kematian para petugas Pemilu menurun drastis, salah satunya sosialisasi tentang kesadaran kesehatan yang digencarkan jauh-jauh hari sebelum perekrutan KPPS. 

Tak hanya itu proses penerimaan anggota KPPS yang diseleksi secara ketat juga menjadi salah satu faktor penyelamat, dimana calon anggota KPPS yang memiliki riwayat penyakit berbahasa bakal dicoret. 

"Kita merasa bahwa masyarakat sudah lebih paham kalau bekerja itu jangan terlalu dipaksakan," ujar Menkes. 

Belajar dari kasus kematian beruntun dalam dua Pemilu terakhir ini, Kemenkes mencharger nol kasus pada Pemilu mendatang. Salah satu cara merealisasikan target tersebut adalah dengan meneruskan kegiatan skrining kesehatan bagi para calon anggota KPPS sebelum ditetapkan, sebagaimana yang dilakukan pada pemilu kali ini.

"Rata-rata mereka punya komorbid, jadi ada darah tinggi, ada diabetes. Mungkin yang ingin kita lakukan sebelum jadi anggota KPPS, kita skrining dulu untuk memeriksa tekanan darah tinggi dan tes gula. Penyebabnya yang sering dua penyakit itu," tutup Budi.