Ketua DPR Puan Maharani hingga Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta pelatihan pembentukan karakter bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak harus dilakukan latihan fisik secara berlebihan.

Hal tersebut dikatakan terkait meninggalnya lima peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Baca Juga: Jokowi Bikin Geger Gegera Injak Kepala Kerbau, Puan Beri Peringatan Keras

Terkait itu, Puan meminta pelatihan bagi peserta SPPI difokuskan pada penguatan kemampuan manajerial. "Sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/6/2026) kemarin. 

Baca Juga: 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas, Pigai Langsung Tunjuk Hidung Kemhan!

Ia juga turut berbelasungkawa atas meninggalnya sejumlah peserta SPPI yang mengikuti pelatihan program KDKMP dan KNMP. Karena itu, pihaknya pun berhadap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Sementara itu, Pigai meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latsarmil. Ia menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.

"Saya juga merasa prihatin dengan kejadian ini dan kami turut berbelasungkawa. Saya sarankan sistem pendidikannya dievaluasi secara menyeluruh," ujar Pigai.

Menurutnya, pendidikan bagi calon manajer KDKMP dan KNMP harus membangun tiga aspek utama, yakni pengetahuan, keterampilan, dan mental.

Namun, ia menilai pembentukan mental tidak harus identik dengan pendekatan militer maupun latihan fisik yang berat.

"Bagian yang ketiga ini (mental) tidak harus ditanamkan dengan sistem militer, tetapi sifatnya yakni disiplin, tanggung jawab, cepat, tepat, dan jujur. Harus menghindari latihan fisik yang berlebihan," tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong adanya penyelidikan profesional terhadap penyebab meninggalnya lima peserta. ""Lima peserta yang meninggal itu perlu diselidiki secara profesional untuk penyebabnya. Saya perintahkan staf untuk lakukan pemantauan di lapangan," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memutuskan menghentikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta SPPI yang akan menjadi calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Koperasi Nelayan Merah Putih.

Sebagai gantinya, Kemenhan mengubah pendekatan pelatihan menjadi pembekalan yang lebih menitikberatkan pada bela negara dan kemampuan manajerial.