Adriana menilai bahwa kelompok yang paling rentan mengalami beban mental rumah tangga adalah ibu bekerja, orang tua yang memiliki anak kecil, caregiver keluarga, serta individu yang memiliki kecenderungan perfeksionis dan merasa harus mengendalikan seluruh urusan rumah tangga sendiri.

Dalam situasi tersebut, keberadaan sistem pendukung atau support system menjadi faktor yang sangat penting. Tidak hanya membantu menyelesaikan pekerjaan fisik, dukungan yang tepat juga dapat meringankan beban mental yang selama ini sering luput dari perhatian.

“Dalam kondisi seperti ini, support system menjadi sangat penting. Bantuan yang diterima bukan hanya mengurangi pekerjaan fisik, tetapi juga mengurangi beban pengambilan keputusan, pengawasan, dan antisipasi terhadap berbagai kebutuhan rumah tangga yang sering kali menguras energi psikologis,” tambah Adriana.

Dan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan kesehatan mental, berbagai bentuk dukungan rumah tangga modern mulai berkembang.

Kehadiran layanan seperti bTaskee Indonesia yang dapat membantu mengelola kebutuhan rumah tangga dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi tekanan sehari-hari dan memberikan ruang bagi individu untuk fokus pada aspek kehidupan lainnya.

Marketing Manager bTaskee Indonesia, Diana Liudin, mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan rumah tangga terus meningkat sejalan dengan tingginya mobilitas dan banyaknya tanggung jawab yang harus dijalankan.

“Kami melihat banyak pelanggan harus membagi waktu mereka untuk berbagai aktivitas, mulai dari pekerjaan, keluarga, hingga kebutuhan rumah tangga. Dalam kondisi tersebut, kehadiran layanan yang mudah diakses dan dapat diandalkan menjadi salah satu bentuk dukungan yang membantu mereka mengelola kesehariannya dengan lebih praktis dan efisien,” beber Diana.

Menurutnya, setiap rumah tangga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sehingga layanan yang fleksibel dan dapat disesuaikan menjadi semakin penting.

“Dukungan tersebut tidak hanya membantu menyelesaikan pekerjaan tertentu, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengatur waktu dan energi secara lebih efektif,” tandasnya.

Baca Juga: Psikolog: Playground dan Belanja Bisa Jadi ‘Emotional Gym’ bagi Anak