Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie turut menyoroti ambisi besar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin merebut Jawa Tengah dan Bali pada pemilu mendatang.
Menurut Jerry upaya partai politik berlambang Gajah itu menguasai dua provinsi itu menjadi sebuah mimpi yang sukar direalisasikan, itu hanya sebatas angan-angan saja.
Baca Juga: Didukung Jokowi, PSI Pede Raup Banyak Kursi DPR di Pemilu 2029
Sebab Jawa Tengah dan Bali sudah sejak lama dikenal sebagai basis besar PDI Perjuangan, PSI dinilai masih kurang kuat pengaruhnya utuk merebut massa di kandang partai Banteng itu.
Satu-satunya peluru yang dimiliki PSI hanyalah pengaruh Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini juga sudah mulai berangsur menurun di dua tempat itu.
"Bagi saya itu lebih ke gertakan politik,” kata Jerry, dalam diskusi virtual bertajuk "PSI Sulit Geser Dominasi PDIP" dilansir Rabu (4/2/2026).
PSI kata Jerry sebetulnya hanya mengincar kelolosan ambang batas saja, dia kembali menegaskan upaya menguasai Jawa Tengah dan Bali adalah harapan yang tidak realistis setidaknya untuk saat ini.
“Target realistis mereka sebenarnya hanya berjuang lolos ambang batas parlemen empat persen. Bahkan menembus tiga persen saja masih sangat sulit. Prediksi saya PSI tetap terkapar di Jateng dan Bali," ujarnya
Menurut Jerry, PSI perlu menyusun strategi jitu untuk bisa meraih hasil yang maksimal di Pemilu 2029. Ia menegaskan bahwa strategi tersebut tidak cukup dengan pencitraan atau memperbanyak baliho.
"Branding PSI memang besar, baliho di mana-mana. Tapi itu bukan jaminan kemenangan. Politik bukan cuma soal uang dan pencitraan, tapi juga strategi, lawan yang dihadapi, dan cara bertanding," jelasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, menyebut bahwa PSI masih akan mengalami kesulitan untuk menembus parlemen. Hal ini disebabkan karena PSI belum memiliki pemilih yang solid.
"Secara hitung-hitungan praktis, fase kemudahan PSI untuk meraih suara besar sudah lewat. Ke depan PSI akan bertarung setara dengan partai lain yang sudah mapan. Tidak mudah masuk parlemen karena hari ini loyalitas pemilih yang solid hanya dimiliki oleh partai seperti PDIP dan PKS," jelasnya.