Nama Willie Salim kembali menjadi perbincangan publik. Selebgram yang selama ini dikenal lewat konten berbagi, aksi borong dagangan pedagang kecil, hingga eksperimen sosial itu kini mendapat sorotan berbeda setelah muncul bersama Raffi Ahmad dalam perayaan Hari Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Kehadiran Willie dalam acara tersebut justru memancing kritik warganet. Pasalnya, sejumlah masyarakat menyoroti perbedaan perlakuan aparat terhadap penggunaan ruang publik. Lokasi yang sebelumnya mendapat pengawasan ketat ketika digunakan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, justru menjadi tempat berkumpulnya sejumlah figur publik dalam acara tersebut.

Baca Juga: Dari Raffi Ahmad hingga Raisa, Ini 5 Selebriti Indonesia yang Aktif Investasi Saham

Tak sedikit warganet yang menyayangkan kehadiran Willie bersama Raffi Ahmad dan sejumlah aparat. Mereka menilai momen Hari Sumpah Pemuda semestinya juga menjadi ruang bagi anak muda untuk menyuarakan aspirasi, bukan sekadar menghadiri kegiatan seremonial.

Sorotan ini pun menghadirkan sisi lain dari perjalanan karier Willie Salim. Sosok yang selama ini lekat dengan citra dermawan dan dekat dengan masyarakat kecil tersebut kini harus berhadapan dengan kritik publik terkait keterlibatannya dalam kegiatan yang bersinggungan dengan ruang politik dan sosial.

Lantas, siapa sebenarnya Willie Salim?

Awalnya Dikenal Lewat Konten Berbagi dan Aksi Sosial

Willie Salim merupakan salah satu kreator konten Indonesia yang namanya melejit melalui berbagai video bertema aksi sosial, berbagi rezeki, dan membantu masyarakat kecil.

Ia kerap membuat konten dengan mendatangi pedagang kaki lima, memborong dagangan mereka, hingga membagikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Format konten seperti ini membuat namanya mudah dikenal, terutama di kalangan pengguna TikTok dan platform media sosial lainnya.

Selain berbagi, Willie juga dikenal lewat konten eksperimen sosial yang memperlihatkan interaksinya dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. Pendekatan tersebut membuat kontennya memiliki daya tarik tersendiri karena menggabungkan hiburan dengan pesan kepedulian sosial.

Citra sebagai kreator konten yang gemar membantu sesama pun menjadi salah satu identitas yang melekat pada dirinya.

Membangun Popularitas Lewat Konten yang Dekat dengan Masyarakat

Popularitas Willie tidak lepas dari kemampuannya mengemas aksi berbagi menjadi konten yang menghibur sekaligus menarik perhatian. Ia memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk membangun kedekatan dengan audiens melalui cerita-cerita sederhana dari kehidupan masyarakat.

Aksi memborong dagangan UMKM, memberikan bantuan, hingga membuat kejutan bagi orang-orang yang ditemuinya menjadi format yang cukup konsisten muncul dalam kontennya.

Di tengah persaingan kreator digital yang semakin ketat, pendekatan tersebut membuat Willie memiliki karakter konten yang mudah dikenali. Ia tidak hanya menjual hiburan, tetapi juga menghadirkan narasi kepedulian sosial yang menjadi daya tarik bagi para pengikutnya.

Dekat dengan Figur Publik, Kini Ikut Jadi Sorotan

Seiring meningkatnya popularitas, Willie juga mulai terlihat dalam berbagai kegiatan bersama figur publik. Salah satunya ketika ia menghadiri perayaan Hari Sumpah Pemuda bersama Raffi Ahmad di Bundaran HI.

Dalam unggahan Instagram-nya, Willie terlihat mengenakan polo shirt putih dengan aksesori ikat kepala bermotif bendera Merah Putih. Ia turut mengikuti rangkaian kegiatan bersama sejumlah figur publik dan aparat.

Namun, kehadirannya kali ini justru memunculkan respons yang berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya aksi Willie kerap dikaitkan dengan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat kecil, kali ini publik mempertanyakan posisinya dalam kegiatan yang berlangsung di tengah sorotan terhadap kebebasan menyampaikan aspirasi.

Perdebatan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai batas antara kegiatan sosial, pencitraan publik, dan keterlibatan figur kreator dalam agenda yang memiliki dimensi sosial-politik.

Bagi Willie, sorotan ini menjadi bagian baru dari perjalanan kariernya sebagai kreator konten dengan jumlah audiens yang besar. Sebab, semakin luas jangkauan seorang figur publik, semakin besar pula perhatian masyarakat terhadap pilihan kegiatan dan pesan yang ditampilkan melalui media sosialnya.