Gaya Khas Penyutradaraan
Dikutip dari Republika, Upi memiliki pendekatan visual khas dalam setiap filmnya. Ia selalu menentukan skema warna atau color palette untuk membangun suasana film.
Misalnya, dalam My Stupid Boss, ia menggunakan warna merah, kuning, dan hijau sebagai panduan visual sehingga seluruh departemen produksi memiliki arah visual yang sama.
Pendekatan ini membuat film-filmnya terasa konsisten secara visual dan emosional.
Penghargaan
Sepanjang kariernya, Upi berkali-kali masuk nominasi Festival Film Indonesia (FFI), antara lain:
- Nominasi Sutradara Terbaik dan Penulis Skenario Terbaik FFI 2008 lewat Radit dan Jani
- Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2016 lewat My Stupid Boss
- Nominasi Skenario Adaptasi Terbaik FFI 2019 lewat My Stupid Boss 2
- Nominasi Skenario Adaptasi Terbaik FFI 2023 lewat Sri Asih
- Nominasi Sutradara Terpuji Festival Film Bandung 2024 lewat Sehidup Semati
Satu prestasi kolektif yang menonjol adalah kemenangan Best Ensemble pada Indonesian Movie Actors Awards (2017) untuk film My Stupid Boss, yang mencerminkan pengakuan terhadap kualitas tim dan arahan keseluruhan film di mana ia terlibat signifikan.
Filmnya Belenggu juga tampil di berbagai festival film internasional, memperkuat reputasinya di luar negeri.
Pesan dan Filosofi Berkarya
Perjalanan panjang dari kru lapangan hingga menjadi sutradara papan atas membuat Upi dikenal sebagai sosok pekerja keras yang percaya pada proses belajar.
Ia sering menekankan pentingnya memahami cerita, karakter, dan proses produksi secara menyeluruh. Bagi Upi, film bukan hanya hiburan, tetapi pengalaman emosional yang harus terasa jujur.
Keberaniannya mencoba genre baru menunjukkan bahwa ia tidak ingin terjebak pada zona nyaman.
Update Terbaru dan Proyek Mendatang
Hingga kini, Upi masih sangat aktif berkarya. Film horor Sorop yang dirilis pada 2024 lalu menjadi salah satu proyek terbarunya sebagai sutradara sekaligus penulis.
Selain itu, ia juga terlibat sebagai penulis naskah untuk sejumlah proyek film yang dijadwalkan tayang dalam beberapa tahun ke depan, di antaranya Petaka Gunung Gede dan Hotel Sakura pada 2025, Sihir Pelakor yang juga direncanakan rilis pada tahun yang sama, serta Kafir: Gerbang Sukma yang diproyeksikan hadir pada 2026.
Produktivitas ini menunjukkan bahwa Upi tetap menjadi salah satu kreator penting dan konsisten dalam perkembangan industri film Indonesia saat ini.
Baca Juga: Mengenal Kamila Andini, Sutradara Perempuan Indonesia yang Bersinar di Kancah Dunia