Skin barrier merupakan lapisan pelindung alami kulit yang berfungsi menjaga kelembapan serta melindungi kulit dari paparan bakteri, polusi, dan zat berbahaya dari lingkungan luar. Ketika skin barrier mengalami kerusakan, berbagai masalah kulit dapat muncul, mulai dari kulit kering, kemerahan, iritasi, hingga munculnya jerawat dan peradangan.
Kondisi ini membuat kulit menjadi lebih sensitif, sehingga proses regenerasi kulit terganggu dan kesehatan kulit secara keseluruhan menurun. Oleh karena itu, menjaga dan memperbaiki skin barrier menjadi langkah penting dalam perawatan kulit. Berikut 5 cara yang dapat dilakukan untuk membantu memperbaiki skin barrier yang rusak:
1. Menghindari Eksfoliasi Berlebihan
Saat skin barrier berada dalam kondisi rusak, penggunaan produk eksfoliasi perlu dihentikan sementara seperti scrub maupun kimia (AHA dan BHA), dapat memperparah iritasi apabila dilakukan terlalu sering. Memberikan waktu bagi kulit untuk memulihkan diri secara alami tanpa rangsangan tambahan akan membantu mempercepat proses perbaikan lapisan pelindung kulit.
Baca Juga: Deretan Produk Makeup Terbaru yang Rilis Tahun 2026
2. Memperhatikan Pola Makan
Perbaikan skin barrier tidak hanya bergantung pada perawatan dari luar, tetapi juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi dari dalam tubuh. Konsumsi makanan bergizi seimbang, berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Asupan cairan yang cukup seperti minum air putih secara rutin, juga membantu mempertahankan kelembapan kulit sehingga fungsi skin barrier dapat kembali optimal.
Baca Juga: Glowing Sekelas Sultan! MK SKIN Resmi Rilis Gold Makeup Series di Atas Kapal Pesiar Mewah
3. Rutin Menggunakan Sunscreen
Paparan sinar matahari dapat merusak lapisan kulit dan memperburuk kondisi skin barrier. Oleh sebab itu, penggunaan sunscreen dengan kandungan SPF 50+ membantu mencegah kerusakan lebih lanjut serta menjaga kekuatan lapisan pelindung kulit.
4. Tidak Terlalu Sering Menggunakan Makeup
Kulit membutuhkan waktu untuk beristirahat agar fungsi skincare seperti facial wash dan moisturizer tetap terjaga. Dengan mengurangi frekuensi penggunaan makeup, kulit dapat lebih optimal menyerap kandungan skincare yang digunakan, sehingga kesehatan kulit tetap terpelihara dan risiko iritasi maupun penyumbatan pori-pori dapat diminimalkan.
5. Menjaga Kebersihan Kain yang Bersentuhan dengan Kulit
Kebersihan sarung bantal, guling, dan sprei kasur perlu diperhatikan karena kain-kain tersebut bersentuhan langsung dengan kulit wajah dalam waktu yang cukup lama. Kain yang jarang diganti dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran, minyak, dan bakteri yang berpotensi memicu iritasi serta memperlambat pemulihan skin barrier.
Selain itu, penggunaan handuk wajah sebaiknya dipisahkan. Pemisahan handuk membantu menjaga kebersihan kulit wajah dan mendukung proses perbaikan skin barrier secara optimal.