Nama Sartri Dania Sulfiati, yang lebih dikenal dengan nama Upi Avianto atau akrab disapa Upi, merupakan salah satu sosok penting dalam perfilman Indonesia modern.

Ia dikenal sebagai sutradara, penulis skenario, sekaligus produser yang berhasil menjelajahi berbagai genre, mulai dari drama remaja, horor, komedi, hingga film laga dan superhero.

Karya-karyanya tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga mendapat apresiasi kritikus dan festival film, menjadikan Upi sebagai salah satu sineas perempuan paling berpengaruh di Indonesia.

Dan, berikut Olenka ulas profil singkatnya mulai dari latar belakang pribadi hingga karya dan pencapaian terbarunya, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Jumat (6/2/2026).

Latar Belakang Keluarga dan Kehidupan Pribadi

Dikutip dari Indonesianfilmcenter.com, Sartri Dania Sulfiati lahir di Jakarta pada 21 Juli 1972. Ia memiliki darah Minangkabau dan sejak kecil sudah dekat dengan dunia film.

Kecintaannya pada sinema bermula dari kebiasaan sang ayah yang sering mengajaknya menonton film sejak usia lima tahun. Kebiasaan tersebut membentuk ketertarikan Upi pada cerita dan gambar bergerak.

Upi juga gemar membaca sejak kecil, termasuk karya-karya komik legendaris R.A. Kosasih yang kemudian memengaruhi ketertarikannya pada dunia cerita superhero Indonesia.

Ketertarikan masa kecil itulah yang pada akhirnya membawanya menggarap film Sri Asih, adaptasi dari karakter komik karya R.A. Kosasih, meskipun awalnya ia sempat ragu menerima proyek tersebut.

Menyoal kehidupan pribadinya, Upi pernah menikah dengan Avianto yang kemudian menjadi mantan suaminya.

Meski demikian, ia dikenal sebagai pribadi yang jarang mengungkap kehidupan pribadinyake publik dan lebih memilih menjaga privasi serta fokus pada perjalanan karier dan karya-karyanya di dunia perfilman.

Jejak Pendidikan dan Awal Perjuangan

Dikutip dari laman MD Entertainment, Upi menempuh pendidikan di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), jurusan komunikasi. Namun, kecintaannya pada dunia produksi film membuatnya lebih banyak belajar langsung di lapangan.

Pada masa industri film Indonesia mengalami kelesuan di era 1990-an, orang tuanya sempat menentang keinginannya bekerja di dunia film karena dianggap tidak menjanjikan masa depan.

Namun Upi tetap bertahan mengejar mimpinya. Ia bekerja sebagai freelancer di rumah produksi milik Rizal Mantovani, Broadcast Design Indonesia (BDI). Kariernya dimulai dari bawah, bahkan sebagai asisten artis yang bertugas menyiapkan kebutuhan pemain di lokasi syuting.

Upi sendiri pernah mengungkapkan bahwa ia tidak malu memulai dari posisi paling dasar. Dari pengalaman tersebut, ia belajar langsung proses produksi film secara menyeluruh.

Awal Karier di Dunia Film

Dikutip dari Tirto.id, minat Upi pada penulisan dan produksi gambar bergerak sudah muncul sejak remaja. Ia bahkan sempat terlibat dalam pengembangan konsep sitkom televisi Opera Tiga Zaman pada dekade 1990-an.

Karier profesionalnya di layar lebar dimulai ketika ia dipercaya menulis skenario film horor Tusuk Jelangkung (2002). Tak lama kemudian, ia mendapat kesempatan menyutradarai film debutnya, 30 Hari Mencari Cinta (2003), yang langsung mendapat perhatian publik.

Film tersebut membuka jalan bagi karier Upi sebagai sutradara muda yang segar dengan pendekatan cerita urban dan karakter remaja yang dekat dengan realitas.

Perjalanan Karier

Sejak debutnya, Upi terus menghasilkan karya dalam beragam genre film. Setelah sukses lewat Realita, Cinta dan Rock’n Roll (2005), ia melanjutkan perjalanan kreatifnya melalui film Radit dan Jani (2007), Serigala Terakhir (2009), hingga thriller psikologis Belenggu (2013).

Namanya semakin dikenal luas setelah menyutradarai komedi fenomenal My Stupid Boss (2016), yang kemudian disusul My Generation (2017) dan sekuelnya, My Stupid Boss 2 (2019). Upi kemudian menjajal dunia superhero Indonesia melalui Sri Asih (2022), sebelum kembali menghadirkan karya lewat Sehidup Semati (2023) dan film horor Sorop (2024).

My Stupid Boss sendiri menjadi salah satu pencapaian komersial terbesar dalam kariernya, dengan sekuelnya juga meraih perhatian luas penonton.

Upi pun dikenal sebagai sutradara perempuan yang berani menembus genre yang jarang digarap perempuan di Indonesia, termasuk film laga, thriller, dan horor.