Penghargaan dan Prestasi
Pengabdian panjang Lodewyk di dunia militer membuahkan berbagai penghargaan negara. Dikutip dari Detikcom, ia menerima sejumlah tanda jasa, di antaranya Satyalancana Kesetiaan XXXII Tahun, Satyalancana Wira Nusa, Satyalancana Wira Dharma, Satyalancana Kebaktian Sosial, Satyalancana Bantala, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, hingga Bintang Yudha Dharma Pratama.
Deretan penghargaan tersebut menjadi bukti atas kontribusi dan dedikasinya selama puluhan tahun mengabdi di lingkungan TNI.
Jejak Politik dan Pemerintahan
Setelah memasuki masa purnatugas, Lodewyk tidak sepenuhnya meninggalkan ruang publik. Dikutip dari Viva.co.id, ia bergabung dengan Partai Golkar dan dipercaya menjabat Ketua Bidang Kajian Strategis dan Sumber Daya Manusia sebelum kemudian menduduki posisi Sekretaris Jenderal Partai Golkar.
Karier politiknya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2021–2024.
Setelah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbentuk, Lodewyk kembali mendapat kepercayaan untuk bergabung dalam pemerintahan sebagai Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan periode 2024–2025.
Tak lama berselang, ia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Lodewyk resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2024 di Istana Kepresidenan Jakarta.
Kekayaan
Di luar kiprahnya sebagai pejabat negara, Lodewyk juga tercatat memiliki kekayaan yang cukup besar.
Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), laporan terakhir yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada 11 Februari 2025 menunjukkan total kekayaannya mencapai Rp60,54 miliar.
Sebagian besar harta tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp58,72 miliar. Aset propertinya tersebar di berbagai wilayah seperti Jakarta Timur, Tangerang, Depok, Bogor, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, hingga Kota Manado.
Aset dengan nilai tertinggi yang dimiliki Lodewyk adalah tanah dan bangunan di Depok dengan luas sekitar 2.500 meter persegi dan 256 meter persegi yang ditaksir bernilai Rp25 miliar. Ia juga memiliki properti di Jakarta Timur senilai Rp10 miliar, aset di Tangerang senilai Rp2,8 miliar, serta sejumlah properti di Manado dan wilayah Sulawesi Utara lainnya.
Menariknya, portofolio aset terbesarnya berada di Minahasa Utara yang terdiri dari puluhan bidang tanah dengan luas bervariasi. Salah satu lahan terluas yang dimilikinya mencapai 346.700 meter persegi dengan nilai sekitar Rp3,5 miliar.
Terseret Kasus Korupsi MBG
Perjalanan panjang yang dibangun selama puluhan tahun itu kini menghadapi ujian terbesar. Kini, Lodewyk telah dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2026.
Pada waktu yang hampir bersamaan, Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia disebut ditahan bersama sejumlah petinggi BGN lainnya, termasuk Ketua BGN, Dadan Hindayana dan Wakil BGN lainnya, Sony Sanjaya.
Baca Juga: Mengulik Rekam Jejak Nanik S Deyang, Kepala Baru Badan Gizi Nasional