Kristo Immanuel kembali menyapa para pecinta film Tanah Air lewat film fiksi ilmiah Pelangi di Mars yang dijadwalkan tayang pada 18 Maret 2026 mendatang. Dalam film ini, Kristo menjalani debutnya sebagai pengisi suara robot untuk karakter bernama Yoman. Ia pun berharap karakter tersebut dapat menjadi idola baru di masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak.
Sebelum dikenal sebagai aktor film, Kristo terlebih dahulu populer sebagai impersonator dengan berbagai konten parodi yang viral di media sosial. Seiring waktu, ia pun melebarkan kariernya ke dunia perfilman.
Tak hanya tampil di depan kamera, Kristo juga mulai menjajal peran di balik layar. Ia melakukan debut sebagai sutradara melalui film dark comedy Tinggal Meninggal yang dirilis pada 14 Agustus 2025 dan diproduksi bersama rumah produksi Imajinari.
Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (15/3/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Kristo Immanuel.
Baca Juga: Abun Sungkar dan Perjalanan Kariernya Jadi Aktor Muda Berbakat
Profil Kristo Immanuel
Kristo Immanuel yang memiliki nama lengkap Kristo Immanuel Caesar merupakan pria kelahiran Jakarta pada 28 Februari 1997. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, pasangan Djoko Koestrianto dan Vonny Magdalena. Kristo juga memiliki seorang adik perempuan bernama Esteriani Putri.
Dalam hal pendidikan, Kristo menempuh studi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ia sempat mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual, tetapi kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri. Setelah itu, Kristo melanjutkan studinya di jurusan Film di universitas yang sama dan berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun 2020.
Untuk kehidupan pribadi, Kristo telah resmi menikah dengan seorang wanita bernama Jessica Tjiu. Pernikahan mereka digelar secara sederhana di GPIB Immanuel Jakarta pada 22 Februari 2022.
Perjalanan Karier
Karier Kristo Immanuel di dunia hiburan bermula sebagai impersonator pada 2019. Sejak duduk di bangku kelas 6 SD, ia sudah gemar menirukan ekspresi serta suara berbagai karakter kartun terkenal. Kemampuannya tersebut kemudian menarik perhatian publik dan membawanya tampil di program televisi Hitam Putih yang tayang di Trans7.
Berkat bakat menirukan suara, Kristo juga sempat dipercaya menjadi pengisi suara Presiden Soeharto dalam film biografi Susi Susanti: Love All (2019).
Seiring waktu, Kristo mulai memperluas kariernya dengan menjajal dunia seni peran. Kesempatan berakting di layar lebar pertama kali didapatkan lewat film Teka-Teki Tika pada 2021.
Setelah itu, ia semakin aktif membintangi berbagai judul film. Beberapa di antaranya adalah The Big 4 (2022), Star Syndrome, Sleep Call, serta Srimulat: Hidup Memang Komedi.
Pada 2024, Kristo juga tampil dalam sejumlah film populer seperti Agak Laen, 24 Jam bersama Gaspar, Kaka Boss, The Shadow Strays, Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, hingga Cinta Tak Seindah Drama Korea.
Baca Juga: Profil Omara Esteghlal, Intip Perjalanan Karier Sang Aktor Muda
Tak hanya sebagai aktor, Kristo juga mulai aktif di balik layar. Ia melakukan debut sebagai sutradara lewat film dark comedy Tinggal Meninggal (2025). Dalam proyek tersebut, ia juga terlibat sebagai penulis naskah dan ko-produser eksekutif bersama istrinya, Jessica Tjiu.
Di luar film panjang, Kristo juga pernah membintangi sejumlah film pendek sejak 2017, seperti Kancut, Hitlove, dan The Good Plan. Ia juga tampil dalam beberapa serial web, di antaranya Unscripted Man (2019), Dealing with Myself (2020), hingga Imperfect the Series 2 (2023).
Berkat kiprahnya di dunia film, Kristo berhasil meraih penghargaan Aktor Pendatang Baru Terpilih di ajang Piala Maya 2023 untuk perannya dalam The Big 4.
Sementara itu, film Tinggal Meninggal juga mengantarkannya meraih sejumlah penghargaan di JAFF Indonesian Screen Awards, termasuk kategori Best Film, Best Directing, dan Best Screenplay. Ia juga masuk nominasi Penulis Skenario Asli Terbaik di Festival Film Indonesia.
Keren banget, ya!