Di tahun-tahun awal, tugasnya bukan langsung berjualan, melainkan mempelajari kondisi perusahaan secara menyeluruh.
Johannes mencoba menganalisis masalah, mencari celah perbaikan, dan menyusun langkah penyelamatan. Semua itu dijalaninya dengan sukarela, bahkan tanpa menerima gaji. Baginya, membantu keluarga bukan soal uang, melainkan tanggung jawab.
Johannes menyebut masa tersebut sebagai periode pembuktian diri. Hampir dua tahun ia fokus mengevaluasi bisnis, kerja kerasnya pun mulai membuahkan hasil.
Pada 1993, kondisi perusahaan perlahan membaik. Ia pun kembali menerima gaji dan dipercaya naik jabatan menjadi direktur, sambil tetap menjalankan perannya sebagai analis bisnis properti di Multi Investment.
Johannes mengemban amanah sebagai Direktur PT Multi Investment Ltd hingga 1996. Pada 1994, Multi Investment memisahkan diri dari Grup Astra dan berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1997.
Nama perusahaan pun berubah jadi Surya Semesta Internusa (SSI). Seiring berjalannya waktu dan kembali bangkir, perusahaan kembali dihadapkan dengan krisis pada 1998. Setelah bertahap merestrukturisasi utang hingga 2005, perusahaan pun mulai bersiap ekspansi.
Di bawah kepemimpinan Johannes, SSI mulai memperluas bisnisnya ke berbagai sektor. Salah satu langkah awalnya adalah membangun Banyan Tree Ungasan Resort di Bali, yang mulai beroperasi sekitar empat tahun kemudian. Perusahaan juga masuk ke proyek infrastruktur dengan berinvestasi di Jalan Tol Cikopo–Palimanan pada 2012.
Ekspansi berlanjut pada 2014, ketika SSI memperoleh izin pengembangan lahan seluas 2.000 hektar di Subang, Jawa Barat, dengan cadangan lahan sekitar 723 hektar. Di tahun yang sama, perusahaan meluncurkan hotel BATIQA pertamanya di Karawang sebagai bagian dari pengembangan bisnis perhotelan.
Pada 2015, SSI menggandeng Mitsui & Co. dan TICON untuk membentuk perusahaan patungan bernama PT SLP Surya Ticon Internusa yang bergerak di bidang penyewaan gudang. Pada tahun yang sama, Jalan Tol Cikopo–Palimanan resmi beroperasi.
Baca Juga: Cara Unik Bos Snapchat Menghadapi Stres di Tengah Tekanan Dunia Teknologi
Melalui anak usaha perhotelannya, PT Surya Internusa Hotels, SSI juga menambah lima hotel BATIQA baru di Cirebon, Jababeka, Palembang, Pekanbaru, dan Lampung sepanjang 2015 hingga 2016. Setahun kemudian, perusahaan memutuskan melepas investasi di tol tersebut.
Memasuki 2018, SSI mendapat suntikan dana sebesar US$100 juta dari International Finance Corporation (IFC) untuk mendukung pengembangan kawasan industri di Subang. Masih di tahun yang sama, melalui PT Suryacipta Swadaya, perusahaan meresmikan fasilitas pengolahan air limbah baru di Kawasan Industri Suryacipta dengan kapasitas 5.000 meter kubik per hari.
Langkah pengembangan terus berlanjut. Pada 2020, SSI memulai pembangunan kawasan industri bertajuk Subang Smartpolitan, dan pada 2021 jaringan hotel BATIQA kembali bertambah dengan pembukaan hotel baru di Jayapura.
Hingga akhir 2021, perusahaan ini telah memperluas operasinya dengan membawahi sembilan anak usaha yang bergerak di berbagai lini bisnis. Unit-unit tersebut meliputi PT Suryacipta Swadaya, PT Surya Internusa Hotels, PT Batiqa Hotel Manajemen, PT Sitiagung Makmur, PT TCP Internusa, PT Enercon Paradhya International, PT Nusa Raya Cipta Tbk, PT Karsa Sedaya Sejahtera, serta PT Surya Citra Propertindo.