Derby Romero menjadi salah satu aktor cilik yang mampu mempertahankan eksistensinya hingga kini. Namanya melejit lewat perannya sebagai Sadam dalam film legendaris Petualangan Sherina, yang sukses besar dan membekas di ingatan penonton sejak awal 2000-an.
Tak hanya berbakat di dunia seni peran, Derby juga menunjukkan kemampuannya di bidang tarik suara. Suara khasyang dimiliki membuatnya berhasil merilis sejumlah single, bahkan juga menjadi soundtrack film.
Berikut ini telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Jumat (27/2/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karir Derby Romero.
Baca Juga: Deretan Aktor Ternama Bintangi Film 'Laut Bercerita' dari Novel Legendaris Leila S. Chudori
Profil Derby Romero
Pemilik nama lengkap Martua Rumero Derby Nainggolan ini lahir di Bandung pada 8 Juni 1990. Ia merupakan putra dari musisi ternama, Igor Marhaposan Nainggolan, yang dikenal sebagai personel Groove Bandit sekaligus pencipta lagu populer “Gelora Asmara”.
Tumbuh di lingkungan keluarga yang lekat dengan musik membuat Derby akrab dengan dunia seni sejak kecil. Tak mengherankan bila ia kemudian mengikuti jejak sang ayah dengan juga meniti karier di dunia tarik suara.
Meski telah berkiprah di industri hiburan sejak usia belia, Derby tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Semasa duduk di bangku sekolah, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti drama dan musik.
Setelah menamatkan pendidikan di bangku SMA, ia melanjutkan studi ke Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dengan mengambil jurusan Bisnis Manajemen.
Namun, padatnya jadwal di industri entertainment membuatnya kesulitan membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Kesibukan tersebut akhirnya membuatnya belum dapat menyelesaikan studi di Atma Jaya.
Sebagai figur publik yang telah lama berkecimpung di dunia hiburan, kehidupan pribadi Derby pun tak luput dari sorotan. Ia menikah dengan Claudia Adinda pada 14 Oktober 2017. Kebahagiaan keduanya semakin lengkap dengan kelahiran putri pertama mereka, Millicent Mae Bea Nainggolan, pada 20 Januari 2022.
Setelah menikah, Derby dan sang istri sempat memutuskan untuk menetap di Singapura. Di sana, ia kembali melanjutkan pendidikan dengan fokus pada bidang bisnis. Kini, selain berkarier di dunia hiburan, Derby diketahui memiliki bisnis bengkel modifikasi motor, Flash Rabbit Garage.
Baca Juga: Profil Omara Esteghlal, Intip Perjalanan Karier Sang Aktor Muda
Perjalanan Karier
Derby mengawali langkahnya di dunia hiburan sebagai model iklan di sebuah koran pada 1999. Sejak saat itu, wajahnya kerap menghiasi berbagai kampanye iklan, sebelum akhirnya menjajal dunia akting.
Namanya pun mulai dikenal luas ketika memerankan Sadam dalam film fenomenal Petualangan Sherina (2000), yang menjadi debut akting sekaligus titik balik kariernya.
Kesuksesan film tersebut membuka jalan bagi Derby untuk membintangi berbagai judul film, sinetron, hingga FTV.
Di layar lebar, Derby terlibat dalam sejumlah proyek seperti Janus, Prajurit Terakhir (2003), Love in Perth (2010), Pizza Man (2015), ILY from 38.000 FT (2016), Pinky Promise (2016), Mobil Bekas dan Kisah-Kisah dalam Putaran (2017), Orang Kaya Baru (2019), Mati Anak (2019), Sekte (2019), Persahabatan Bagai Kepompong (2021), Gas Kuy (2021), Zodiac: Apa Bintangmu? (2023), Petualangan Sherina 2 (2023), hingga OOTD: Outfit of the Designer (2024). Ia juga dikenal lewat London Love Story 3.
Di dunia sinetron, Derby tampil dalam berbagai judul populer seperti Indahnya KaruniaMu (2006), Jangan Panggil Aku Anak Kecil (2007), Kepompong (2008–2009), Mawar Melati (2010), Janji Cinta Aisha (2011), Putih Abu-Abu (2012), Putih Abu-Abu 2 (2013), Diam-Diam Suka (2013), Elang: The Real Action Series (2014–2015), hingga High School Love Story (2015).
Baca Juga: Mengenal Sosok Ricky Harun, Aktor Lintas Generasi yang Bertahan di Industri Hiburan Indonesia
Karir di Dunia Musik
Tak hanya fokus di dunia akting, Derby juga melebarkan sayap ke industri musik. Bakatnya dalam tarik suara sudah terlihat sejak kecil, hingga akhirnya ia merilis sejumlah album solo dan singel yang cukup populer, terutama di kalangan remaja.
Pada 2002, ia meluncurkan album solo perdananya sebagai penyanyi cilik berjudul Tangguh. Album tersebut diproduseri langsung oleh sang ayah, menjadi langkah awal keseriusannya menapaki dunia musik.
Memasuki 2008, Derby berkolaborasi dengan Iras Dollaren dengan membentuk Duo Derby. Bersama, mereka merilis singel bertajuk “Gelora Asmara” yang mendapat perhatian penikmat musik saat itu. Tak berhenti di situ, ia juga sempat membentuk grup band bernama Derby and The Revolution yang beranggotakan Iras, Banes, Yudi, dan Raul.
Pada 2011, Derby kembali menunjukkan eksistensinya lewat kolaborasi bersama Abby dalam singel “Walau Tak Bisa Kumiliki”. Kiprahnya di dunia musik pun semakin menegaskan bahwa ia bukan sekadar aktor, melainkan entertainer multitalenta.
Prestasi dan Penghargaan
Sepanjang perjalanan kariernya, Derby telah menorehkan prestasi di bidang musik dan akting lewat sejumlah penghargaan.
Pada ajang SCTV Awards 2012, ia meraih penghargaan Aktor Pendamping Paling Ngetop berkat perannya dalam sinetron Putih Abu-Abu.
Sementara itu, di Indonesian Movie Actors Awards 2011, ia bersama Gita Gutawa memenangkan kategori Original Soundtrack Terfavorit untuk lagu “Cinta Takkan Salah” yang menjadi soundtrack film Love in Perth.
Keren banget, ya!