Privy dan Universitas Indonesia (UI) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Dana Abadi Universitas Indonesia senilai Rp2 miliar. Ini merupakan bentuk dukungan Privy sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berinduk ke KOMDIGI, terhadap pengembangan pendidikan tinggi yang berkelanjutan di Indonesia.
Penandatanganan berlangsung di Kampus UI Depok, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Indonesia. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya UI dalam memperkuat Dana Abadi sebagai instrumen pendanaan jangka panjang untuk mendukung pengembangan akademik, riset, inovasi, serta peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan universitas.
Baca Juga: PERADI dan Privy Jalin Kolaborasi untuk Fasilitasi Penggunaan Tanda Tangan Elektronik dan eMeterai
Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Privy kepada UI. Menurutnya, kontribusi dari dunia usaha memiliki peran penting dalam memperkuat keberlanjutan pendidikan tinggi, terutama di tengah kebutuhan universitas untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Privy atas dukungan yang diberikan kepada Universitas Indonesia. Semoga kontribusi ini dapat memberikan manfaat bagi UI, baik untuk pengembangan pendidikan, riset, maupun program-program strategis universitas ke depan. Kami berharap pemberian dari Privy ini dapat menjadi bagian dari kontribusi jangka panjang bagi Universitas Indonesia,” ujar Heri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Dukungan terhadap Dana Abadi UI ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Founder & Chief Executive Officer Privy, Marshall Pribadi, menyampaikan, “UI memiliki tempat yang sangat personal dalam perjalanan saya. Saya pernah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi UI sebelum kemudian mengambil jalur studi di Fakultas Hukum UI. Karena itu, bisa kembali ke UI dalam kapasitas yang berbeda, melalui Privy dan melalui kontribusi untuk Dana Abadi UI, menjadi momen yang sangat berarti bagi saya."
Marshall menjelaskan bahwa dukungan Privy terhadap Dana Abadi UI juga berangkat dari keyakinan bahwa pengembangan teknologi tidak dapat dipisahkan dari kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, UI memiliki peran penting dalam melahirkan talenta-talenta unggul yang mampu berkontribusi di berbagai sektor, termasuk industri teknologi digital.
“Kontribusi senilai Rp2 miliar untuk UI ini merupakan bentuk dukungan Privy terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia. Privy tumbuh sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang sangat bergantung pada kualitas talenta dan kemampuan inovasi. Karena itu, kami berharap semakin banyak lulusan UI yang dapat berkontribusi bersama Privy, baik dalam pengembangan teknologi, produk, keamanan digital, maupun layanan digital trust yang dibutuhkan masyarakat dan industri. Kami percaya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dapat membuka lebih banyak ruang bagi talenta Indonesia untuk membangun solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan nasional,” pungkas Marshall.