Di balik perjalanan karier gemilang Jahja Setiaatmadja sebagai Presiden Komisaris PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, tersimpan prinsip sederhana yang justru menjadi pondasi kesuksesannya, yaitu kerjakan setiap tugas dengan sebaik mungkin, tanpa memandang besar atau kecilnya pekerjaan.

Bagi Jahja, sikap gigih dan konsisten dalam bekerja bukan sekadar teori, melainkan hasil dari pengalaman nyata yang ia jalani sejak awal karier.

Ia menekankan bahwa rasa patah semangat kerap muncul ketika ekspektasi tidak sejalan dengan kenyataan, namun di situlah mentalitas diuji.

“Apakah kita, waduh patah semangat kok begini kerjaan? Tidak, nah ini harus anda tetap gigih. Apapun yang anda ditugaskan, anda coba kerjakan sebaik mungkin,” ungkap Jahja, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Kamis (30/4/2026).

Jahja kemudian mengenang masa-masa awal ketika bekerja sebagai staf junior di PricewaterhouseCoopers (PwC), salah satu firma akuntansi ternama dunia.

Saat itu, ekspektasinya sebagai lulusan dari universitas terbaik yang diterima di kantor akuntan internasional cukup tinggi. Namun, realitas yang dihadapi justru jauh dari bayangan.

“Ketika saya mulai bekerja di kantor akuntan, memang keren ya namanya. Tapi kerjaan hari-hari pertama, jangan kaget, itu saya kayak office boy,” tuturnya.

Baca Juga: Mengapa Sarjana Tak Menjamin Kesuksesan? Ini Penjelasan Jahja Setiaatmadja

Alih-alih langsung mengerjakan tugas-tugas strategis, Jahja justru kerap diminta membantu pekerjaan sederhana seperti menggandakan dokumen.

Hal ini terjadi karena keterbatasan tenaga pendukung di kantor saat itu.

“Saya dipanggil senior, ‘eh tolong dong fotokopi-in’, karena office boy-nya terbatas. Jadi kadang-kadang kalau lagi banyak kerjaan, kita sebagai junior harus mengerjakan itu,” kenangnya.

Diakui Jahja, situasi tersebut sempat menimbulkan benturan antara ekspektasi dan kenyataan. Namun, alih-alih menyerah, Jahja memilih untuk tetap menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati.

“Kita sudah merasa kuliah di universitas yang terbaik, sudah diterima di kantor akuntan asing, kita harap pamor kita hebat. Tapi, kerjaannya ternyata suruh fotokopi. Nah, apakah kita patah semangat? Tidak, kita harus tetap gigih,” tegasnya.

Dari pengalaman sederhana itulah, ia memetik pelajaran penting bahwa tidak ada pekerjaan yang sia-sia.

Justru, kata dia, sikap profesional dalam menjalankan tugas sekecil apa pun akan membentuk karakter dan membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar di masa depan.

“Apapun yang anda ditugaskan, anda coba kerjakan sebaik mungkin, apapun pekerjaannya itu. Ini bermanfaat untuk anda,” pungkas Jahja.

Baca Juga: Jahja Setiaatmadja: Investasi ‘Leher ke Atas’ Bisa Mengubah Jalan Hidup Anda