Pendiri dan Presiden GLOBIS University, Yoshito Hori, mengajak para profesional untuk mengembangkan pola pikir kewirausahaan dan tujuan yang jelas seiring kecerdasan buatan (AI) yang mengubah dunia bisnis dan lingkungan profesional di Indonesia.

Hori berbagi pengalaman selama lebih dari tiga dekade sebagai wirausahawan dan pendidik untuk menyoroti keterampilan yang dibutuhkan para profesional dalam mengenali peluang, memimpin di tengah ketidakpastian, dan mewujudkan ide-ide baru menjadi nyata. Ia juga merefleksikan perjalanannya dalam menemukan kokorozashi, atau misi pribadinya, serta mendirikan GLOBIS pada 1992.

Baca Juga: 5 Keterampilan Kewirausahaan yang Bisa Dipelajari dari Elon Musk untuk Membangun Karier Sukses

Berawal dari satu ruang kelas sewaan di Shibuya, Tokyo, GLOBIS kini telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang mencakup pendidikan bisnis, modal ventura, dan pengembangan kepemimpinan. Saat ini, GLOBIS University merupakan sekolah bisnis terbesar di Jepang berdasarkan jumlah mahasiswa baru.

Bagi Hori, kewirausahaan tidak terbatas pada mendirikan perusahaan. Kewirausahaan adalah pola pikir yang berlandaskan pada inisiatif, keberanian menantang kebiasaan yang ada, dan kemampuan mengambil peluang, baik dengan membangun usaha baru maupun mendorong inovasi di dalam organisasi yang sudah berdiri.

Saat ini, AI mengubah cara bisnis beroperasi dan keterampilan yang dibutuhkan dari para profesional, Hori menekankan pentingnya memadukan teknologi dengan kemampuan yang khas manusia, termasuk kepemimpinan, penilaian, kemampuan beradaptasi, dan kreativitas. Inti dari hal ini adalah kokorozashi – misi pribadi yang menghubungkan nilai-nilai seseorang dengan perubahan positif yang ingin mereka wujudkan.

“AI mengubah cara kita bekerja, kita perlu bertanya bukan hanya tentang apa yang dapat dilakukan teknologi, tetapi juga bagaimana kita sebagai pemimpin dapat menggunakannya untuk menciptakan nilai-nilai baru. Pola pikir kewirausahaan membantu kita melihat peluang di tengah perubahan, sementara kokorozashi memberi kita alasan untuk bertindak serta kemampuan untuk menciptakan dan menghadirkan inovasi bagi masyarakat,” kata Hori di Jakarta, dikutip Jumat (9/10/2026).

Kunjungan Hori ke Jakarta merupakan bagian dari GLOBIS President's Seminar World Tour 2026, rangkaian seminar global yang menghubungkan para profesional yang berorientasi pada pertumbuhan dengan visi di balik program MBA GLOBIS. Seminar di Jakarta, “Kewirausahaan di Era AI: Visi di Balik Program MBA No. 1 di Jepang”, memadukan pengalaman kewirausahaan Hori dengan perspektif alumni dan mahasiswa lokal untuk membahas bagaimana para profesional dapat menerapkan pendekatan inovatif dan berorientasi pada tujuan dalam kepemimpinan dan pengembangan karier.

Acara seminar ini digelar mengikuti peluncuran GLOBIS Indonesia hub pada 2025, yang memperluas kehadiran universitas tersebut di Indonesia. Melalui hub ini dan jaringan pendidikan bisnisnya yang luas, GLOBIS bertujuan untuk menghubungkan para profesional, wirausahawan, dan calon pemimpin Indonesia dengan pembelajaran praktis, perspektif global, serta komunitas yang mendukung pengembangan mereka.