Dukungan Penuh TNI AL untuk Realisme Film

Produksi film ini mendapatkan dukungan penuh dari TNI Angkatan Laut, termasuk penggunaan alutsista seperti kapal perang dan helikopter.

Lokasi syuting pun mencakup berbagai tempat strategis, seperti Markas Besar TNI AL di Jakarta, Koarmada II Surabaya, Pantai Baruna Malang, hingga kapal legendaris KRI Dewaruci dan KRI Karel Satsuitubun-356.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksma TNI Tunggul, M.Han., menegaskan bahwa film ini memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai media edukasi.

“Melalui film ini diharapkan pesan-pesan moral tentang cinta tanah air dan nasionalisme dapat senantiasa tersampaikan, sekaligus memberikan pelajaran kepada masyarakat mengenai pentingnya menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dengan mengenang jasa para pahlawan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa film ini merupakan karya sinema independen yang mendapat validasi serta dukungan fasilitas dari TNI AL, sekaligus menjadi sarana untuk menampilkan profesionalisme prajurit di laut.

Secara terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, menyoroti sisi emosional yang diangkat dalam film ini.

“Film ini menunjukkan sisi lain perjuangan prajurit laut. Bahwa di balik disiplin dan ketegasan, selalu ada hati yang berani dan peduli pada sesame,” terangnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa The Hostage’s Hero tidak hanya berfokus pada aksi, tetapi juga menggambarkan nilai kemanusiaan yang menjadi inti dari setiap pengabdian prajurit.

Baca Juga: Ketika Teror Pinjol dan Fenomena Jual Jiwa demi Harta Diangkat dalam Film 'Aku Harus Mati'