Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai pemecatan Purbaya Yudhi Sade dari posisi Menteri Keuangan dilatarbelakangi berbagai alasan.
Salah satu yang diduga jadi biang kerok utama Presiden Prabowo mendepak Purbaya secara mendadak lantaran perbedaan pandangan soal kewajiban setoran dana sebesar Rp120 triliun dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Dana ratusan triliun tersebut rencananya akan ditarik ke kas negara untuk menambal masalah fiskal, namun diduga memicu tarik-ulur di internal pemerintah.
Tak hanya masalah setoran dana tersebut, masalah lainnya yang membuat Prabowo buru-buru mendepak Purbaya adalah masalah kinerja penerimaan negara.
Di tengah dinamika dan tekanan stabilitas ekonomi nasional, pengelolaan fiskal di bawah Purbaya diduga tidak memenuhi target yang diharapkan Istana.
Baca Juga: Anak Buah Ibu Mega Beber Alasan Prabowo Tendang Purbaya, Ternyata…
"Dua hal itu bisa saja membuat Prabowo tak berkenan, bahkan marah. Akibatnya, Prabowo terkesan melakukan reshuffle mendadak," kata Jamiluddin kepada wartawan Selasa (15/9/2026).
Lantaran pemecataan Purbaya dilatarbelakangi sederet alasan kuat, namun bongkar pasang formasi Kabinet Merah Putih kali gagal memenuhi harapan publik. Alih-alih puas masyarakat justru kecewa lantaran Purbaya dianggap sebagai salah satu menteri dengan kinerja jempolan, pada sisi lain menteri dengan kinerja biasa saja bahkan cenderung melempem malah terus-terusan dipelihara di dalam kabinet.
"Jadi, reshuffle yang dilakukan Prabowo tampaknya belum menyentuh substansi persoalan kabinetnya. Kesannya hanya tambal sulam," ujarnya
Menurut Jamiludddin, masih banyak menteri di Kabinet Merah Putih yang sangat layak ditendang, bukan Purbaya publik kata dia justru mengharapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menko Pangan Zulkifli Hasan gang seharusnya dipecat. Kinerja keduanya amburadul.
Baca Juga: Siapa Sebenarnya Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru Pengganti Purbaya?
"Karena itu, publik memang sudah mengharapkan Prabowo me-reshuffle menterinya. Namun sayangnya reshuffle hanya untuk Menteri Keuangan. Padahal masih banyak menteri bidang ekonomi yang layak di-reshuffle, seperti Menteri ESDM Bahlil dan Menko Pangan Zulkifli Hasan," pungkasnya.