Presiden Prabowo Subianto mengaku dihadapkan pada kondisi yang sangat dilematis ketika harus memecat Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Meski berat mendepak Dadan, namun Kepala Negara mengatakan penegakkan hukum tetap menjadi nomor satu, tidak peduli seberapa dekat mereka selama ini.
Baca Juga: Drama Penangkapan Dadan Cs, Ada yang Disergap di Hotel
Ikatan emosional tak boleh membutakannya dalam mengambil sebuah keputusan besar. Yang salah tetap bersalah dan harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.
Tak bisa dipungkiri, Prabowo memang dikenal dekat dengan Dadan, bahkan yang bersangkutan menjadi salah satu orang kepercayaannya sehingga Dadan diberi mandat mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program andalan Prabowo.
Dadan Hindayana bahkan sebelumnya menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo pada 13 Februari 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam mengakselerasi pelaksanaan program makan bergizi gratis .
"Saya katakan berat bagi saya. Waktu saya tanda tangan (pencopotan jabatan) berat. Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat," kata Prabowo saat menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor dilansir Kamis (4/6/2026).
Adapun Dadan resmi dicopot dari jabatannya sebagai kepala BGN pada Selasa (2/6/2026). Bersamaan dengan itu, Prabowo juga memberhentikan dua wakil kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Sehari setelah pencopotan, Dadan Hindayana bersama Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026).
Ketiganya diduga terlibat dalam kasus korupsi terkait penyimpangan tata kelola program makan bergizi gratis. Saat ini, para tersangka telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Prabowo menegaskan keputusan mencopot pimpinan BGN bukan langkah yang mudah. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, dirinya menerima sejumlah laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyimpangan dalam tata kelola lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program MBG tersebut.
Untuk memastikan validitas laporan yang diterima, Prabowo mengaku meminta pendalaman dan verifikasi kepada sejumlah lembaga terkait, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Menurut Prabowo, langkah tersebut diperlukan karena program makan bergizi gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah yang menyangkut kepentingan jutaan masyarakat Indonesia.
"Ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi bangsa dan negara," tegas Prabowo.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan keberhasilan program MBG agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Baca Juga: Fakta-fakta Korupsi MBG Komplotan Dadan Hindayana
Prabowo meyakini manfaat program makan bergizi gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. Program tersebut juga diyakini mampu menjadi instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memperkuat kecerdasan generasi muda, serta menggerakkan roda perekonomian hingga ke daerah.
Sebagai langkah pembenahan, Prabowo menunjuk pimpinan baru Badan Gizi Nasional. Jabatan kepala BGN kini diemban oleh Nanik S Deyang, sementara posisi wakil kepala BGN dipercayakan kepada Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.