Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ) kembali menggelar Indonesia–Japan Executive Dialogue 2.0, forum kepemimpinan strategis yang mempertemukan pemimpin dari sektor pemerintahan, dunia usaha, serta pemangku kebijakan strategis kedua negara. Forum ini mengusung tema How Indonesia Builds Credibility from Within to Support Long-Term Japanese Investment serta menyambut momentum menuju 100 tahun hubungan Indonesia–Jepang pada 2058.

Indonesia–Japan Executive Dialogue 2.0 diselenggarakan dalam format tertutup (closed-door) dengan menghadirkan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia; Rachmat Gobel, Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ) dan Ketua Liga Parlemen Indonesia–Jepang; serta Mitsuru Myochin, Chargé d’Affaires ad interim (Kuasa Usaha ad interim) Jepang untuk Indonesia.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Bilateral Amerika-Indonesia, BPJPH Tandatangani LoI dengan LHLN

Dari perspektif investor Jepang, Indonesia tetap dipandang sebagai salah satu tujuan investasi strategis di kawasan. Laporan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Annual Survey FY2024 yang dirilis pada Juli 2025 menempatkan Indonesia di peringkat keempat sebagai negara paling menjanjikan bagi pengembangan bisnis perusahaan Jepang dalam jangka menengah. Penilaian tersebut didukung oleh kekuatan pasar domestik Indonesia dengan hampir 280 juta penduduk, stabilitas pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan digitalisasi yang berkelanjutan, biaya produksi yang kompetitif, serta peluang besar dalam transisi energi dan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, realisasi investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar US$3,46 miliar, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Indonesia memandang dinamika ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kembali kualitas kemitraan dengan mendorong kolaborasi yang lebih terarah, bernilai tambah, dan berorientasi jangka panjang. Indonesia–Japan Executive Dialogue 2026 menjadi ruang penting untuk menjawab tantangan tersebut melalui dialog yang lebih mendalam dan strategis.

Komitmen Indonesia Perkuat Ekosistem Investasi Dalam Negeri

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa stabilitas fiskal dan prediktabilitas kebijakan merupakan fondasi utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan investor jangka panjang. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dijalankan secara disiplin dengan menjaga defisit dalam batas aman serta mempertahankan rasio utang pemerintah di kisaran 38–39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pendekatan tersebut diperkuat dengan komitmen terhadap kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan. Bagi investor Jepang yang dikenal memiliki horizon investasi hingga 20–30 tahun, kepastian arah kebijakan dan prediktabilitas sistem menjadi prasyarat utama dalam perencanaan dan pengambilan keputusan investasi. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kebijakan fiskal dan ekonomi dirancang sebagai kerangka jangka panjang yang konsisten, bukan sebagai respons reaktif terhadap dinamika jangka pendek.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan, "Bagi investor jangka panjang, yang paling penting bukan hanya potensi pertumbuhan, melainkan kepastian bahwa sebuah negara dikelola secara disiplin dan konsisten. Pemerintah Indonesia menjaga stabilitas fiskal, kesinambungan kebijakan, dan keseimbangan antara pertumbuhan serta perlindungan sosial agar investasi dapat tumbuh secara berkelanjutan, bukan hanya hari ini, tetapi juga 20–30 tahun ke depan. Prospek Indonesia ke depan sangat cerah, dan kami mengundang dukungan berkelanjutan dari para mitra untuk bersama-sama mendorong pembangunan dan transformasi ekonomi nasional."

Ketua Umum PPIJ sekaligus Ketua Liga Parlemen Indonesia–Jepang, Rachmat Gobel, menegaskan bahwa kualitas tata kelola dan kepercayaan merupakan elemen kunci dalam membangun kemitraan investasi jangka panjang. Lebih lanjut, ia menegaskan peran PPIJ sebagai platform strategis dalam menjaga dan mengembangkan kemitraan Indonesia–Jepang.

"Indonesia–Japan Executive Dialogue merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PPIJ untuk memperkuat kualitas kemitraan Indonesia–Jepang secara lebih strategis dan berorientasi jangka panjang. Forum ini menjadi ruang untuk membangun kepercayaan, memperdalam kolaborasi, serta menyelaraskan kerja sama kedua negara dengan agenda transformasi ekonomi nasional, sehingga kemitraan yang terbangun relevan tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk 100 tahun ke depan," tegas Gobel, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Forum ini turut dihadiri oleh perwakilan institusi dan perusahaan Jepang, antara lain Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Japan International Cooperation Agency (JICA), dan Japan External Trade Organization (JETRO), serta korporasi Jepang yang beroperasi di Indonesia seperti Marubeni Indonesia, Itochu Indonesia, Mitsubishi Corporation, Mitsui & Co. Indonesia, Sumitomo Indonesia, Sojitz Indonesia, Toyota Tsusho Indonesia, Taisei Corporation, Suzuki Indomobil Motor dan Lida Group Holdings.