Analis senior dalam isu politik dan hukum, Boni Hargens mengapresiasi gerak cepat Polri dalam penanganan bencana kebakaran hutan (Karhutla) Kalimantan.

Menurutnya gerak cepat Polri yang langsung mengamankan sejumlah tersangka dalam kasus ini menunjukan kesungguhan korps baju coklat itu dalam menjalankan tugas-tugas pokok kepolisian. Bagi Boni ini bukan sekadar respons reaktif.

“Tindakan ini mencerminkan komitmen institusional yang sejalan dengan prinsip-prinsip pokok yang telah dicanangkan oleh kepemimpinan Polri,” kata Boni kepada wartawan Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: Petinggi PDIP Minta Pemerintahan Prabowo Jangan Ganggu-Ganggu...

Boni mengatakan, keberhasilan Polri dalam menangani kasus ini merupakan contoh nyata implementasi prinsip Presisi yang menekankan pendekatan berbasis data, akuntabilitas, dan pelayanan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. 

“Ini menjadi bukti bahwa reformasi institusional Polri sedang berjalan pada jalur yang tepat,” ujarnya.

Boni mengatakan, keberhasilan Polri dalam mengungkap biang kerok kebakaran hutan Kalimantan tidak hanya memiliki dimensi penegakan hukum semata, tetapi juga membawa implikasi politik yang signifikan. 

Boni menilai bahwa langkah tegas ini merupakan sebuah credit point yang nyata bagi institusi Polri dalam membangun dan mempertahankan persepsi positif publik terhadap kinerja kepolisian secara keseluruhan.

Tindakan cepat dan terukur Polri dalam menangani kejahatan lingkungan memperkuat legitimasi institusi di mata masyarakat luas, meningkatkan kepercayaan publik yang selama ini menjadi pondasi utama penegakan hukum yang efektif.

Sementara itu, dalam kacamata politik, Boni menilai keberhasilan ini turut memperkuat persepsi positif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, menunjukkan bahwa aparatur negara di bawah kepemimpinan saat ini mampu bertindak tegas dalam menghadapi kejahatan lingkungan berskala besar.

Di luar dimensi politik, lanjut Boni penangkapan para pelaku pembakaran hutan menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir dan serius dalam melindungi kekayaan alam Kalimantan dari eksploitasi dan perusakan yang mengancam keberlangsungan ekosistem.

“Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini menegaskan bahwa isu lingkungan, khususnya kebakaran hutan ini, tentulah bukan sekadar persoalan ekologi, melainkan ujian nyata bagi kapasitas dan integritas penegakan hukum di Indonesia,” katanya lagi.

Boni menjelaskan bahwa keberhasilan Polri kali ini diharapkan menjadi preseden positif yang mendorong penindakan yang lebih konsisten, sistematis, dan tanpa kompromi terhadap seluruh bentuk kejahatan lingkungan di masa mendatang. 

Baca Juga: Partainya Pak Prabowo Murka Gegara BEM UI Bilang Negara Menjajah Rakyatnya Sendiri: Ini Tuduhan, Mana Buktinya?!

“Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kejahatan lingkungan adalah kejahatan serius yang memerlukan respons hukum yang setara dengan dampak yang ditimbulkannya terhadap alam dan masyarakat Indonesia,” pungkas dosen ilmu politik Universitas Indonesia tersebut.