WINGS Group Indonesia melalui merek deterjen SoSoft kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan lewat kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi. Kampanye ini mengajak masyarakat mulai peduli pada bumi melalui kebiasaan sederhana di rumah, terutama dengan memilah sampah dan mendaur ulang kemasan plastik.
Dalam peluncuran kolaborasi waste station di kawasan Kota Baru Parahyangan yang berada di area Sekolah Al-Irsyad Satya, perusahaan menegaskan bahwa masalah sampah bukan hanya soal jumlahnya, tetapi juga karena masih banyak orang belum menyadari bahwa sampah sebenarnya masih bisa dimanfaatkan kembali jika dikelola dengan baik.
Anastasia Pamela, Head of Fabric Care Category WINGS Group Indonesia, menjelaskan bahwa selama ini banyak masyarakat menganggap sampah selesai urusannya setelah dibuang, padahal masih dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Permasalahan sampah ini menjadi isu utama, bukan hanya karena volumenya, tetapi karena sebenarnya masih banyak yang bisa kita optimalkan. Banyak masyarakat yang berpikir kalau sudah jadi sampah berarti sudah selesai, padahal sebenarnya masih bisa dimanfaatkan kembali,” tutur Pamela, saat peresmian Rekosistem X SoSoft Waste Station, di kawasan Sekolah Al-Irsyad Satya Kota Baru Parahyangan di area Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2/2026).
Menurut Pamela, kesibukan masyarakat juga membuat kebiasaan memilah sampah sering diabaikan. Barang yang sudah dipakai langsung dibuang tanpa dipikirkan potensi daur ulangnya.

“Kadang-kadang kalau kita berhenti sebentar dan berpikir, sebenarnya banyak hal kecil yang bisa kita perbaiki. Jika dilakukan bersama-sama, dampaknya bisa besar untuk lingkungan dan alam,” tambahnya.
Karena itu, kampanye ini mengajak masyarakat melakukan dua langkah sederhana demi bumi. Pertama, memilih produk yang lebih ramah lingkungan, seperti deterjen dengan bahan aktif tumbuhan yang lebih mudah terurai. Kedua, membangun kebiasaan memilah sampah dan menyalurkannya ke fasilitas daur ulang resmi.
Untuk langkah kedua, WINGS Group berkolaborasi dengan Rekosistem dalam penyediaan waste station yang memungkinkan masyarakat menyetorkan sampah terpilah agar dapat diproses kembali menjadi bahan bernilai guna.
“Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama mendaur ulang dan menjadikan sampah memiliki nilai kembali. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa dampak besar bagi lingkungan,” kata Pamela.
Kolaborasi ini menargetkan pengumpulan minimal 16 ton sampah dalam satu tahun hanya dari waste station di kawasan Kota Baru Parahyangan. Target tersebut diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas di berbagai wilayah lainnya.
Pamela menambahkan bahwa kehadiran fasilitas pengelolaan sampah yang mudah diakses akan membantu membentuk kebiasaan baru di masyarakat.
“Ketika orang melihat sudah ada komunitas yang rutin memilah sampah, harapannya mereka ikut tergerak melakukan hal yang sama. Apalagi di Kota Baru Parahyangan ekosistemnya sudah terbentuk dan masyarakat dimudahkan untuk ikut berpartisipasi,” jelasnya.
Pamela menjelaskan, saat ini, jaringan waste station yang dikelola Rekosistem sendiri telah tersebar di berbagai kota di Indonesia dengan total sekitar 40 titik. Melalui aplikasi Rekosistem, masyarakat dapat mengetahui jenis sampah yang dapat disetorkan sekaligus memperoleh poin penghargaan dari setiap setoran sampah yang dilakukan.
SoSoft sendiri, kata dia, berperan sebagai penggerak peningkatan kesadaran masyarakat. Bahkan, kemasan produk SoSoft juga memberikan poin tambahan saat disetorkan melalui sistem Rekosistem, sebagai bentuk dorongan agar konsumen lebih peduli terhadap daur ulang.
“Yang paling penting bukan hanya soal kemasan produk kami, tetapi bagaimana kita bisa meningkatkan awareness masyarakat agar mau ikut memilah dan mendaur ulang sampahnya,” ujar Pamela.
Terakhir, ia pun optimistis bahwa gerakan ini akan terus berkembang, mengingat pengelolaan sampah di Indonesia masih berada dalam tahap awal pembangunan sistem dan kesadaran masyarakat.
“Masalah pengelolaan sampah ini masih dalam tahap awal di Indonesia. Karena itu kita perlu terus meningkatkan kesadaran dan mengajak sebanyak mungkin orang untuk terlibat. Ke depannya pasti akan semakin banyak yang bisa ditolong,” tutup Pamela.
Baca Juga: SoSoft Luncurkan Detergen dengan Kandungan Aloe Vera, Ini Manfaatnya Bagi Kulit dan Pakaian