Founder Mayapada Group, Dato Sri Tahir, mengajak kalangan pengusaha dan masyarakat yang memiliki kecukupan ekonomi untuk meningkatkan kepedulian serta empati terhadap sesama.

Menurutnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian maupun bantuan.

Pesan tersebut disampaikan Tahir saat menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Manggarai, Selasa (27/10/2026), Tahir memberikan bantuan tunai kepada 1.000 warga dengan total nilai Rp1 miliar. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.

Tak hanya itu, Tahir juga mengalokasikan dana sebesar Rp30 miliar untuk pembangunan 200 unit hunian bagi masyarakat yang terdampak gempa.

Di balik bantuan tersebut, Tahir menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menyadari bahwa kemakmuran yang dinikmati seseorang tidak boleh membuatnya lupa terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.

Ia mengaku kehidupan yang serba berkecukupan di Jakarta terkadang membuat seseorang tidak menyadari bahwa masih banyak saudara sebangsa yang hidup dalam kesulitan, bahkan tidak jauh dari lingkungan tempat tinggalnya.

"Saya terus berpikir bahwa saya hidup di Jakarta super baik. Pagi bangun semua tersedia, naik mobil ke kantor, semuanya baik. Tapi ada kejadian-kejadian yang mengingatkan saya bahwa tidak terlalu jauh dari rumah saya, masih banyak orang Indonesia, saudara-saudara saya yang menderita," ungkap Tahir.

Baca Juga: Dato Sri Tahir Optimistis Ekonomi Indonesia dan IHSG Membaik, Investor Diminta Tetap Percaya

Kesadaran tersebut, lanjut Tahir, mendorong dirinya untuk berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia guna melihat langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Ia menyebut, telah mengunjungi sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Sinabung, Padang, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Papua, Palu, hingga Flores.

Menurutnya, perjalanan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial untuk memberikan bantuan, melainkan juga menjadi pengingat bagi dirinya agar tidak melupakan tanggung jawab sosial sebagai seseorang yang diberikan kemudahan dan kenikmatan hidup.

Menariknya, Tahir justru menyampaikan bahwa masyarakat yang menerima bantuan telah memberikan pelajaran berharga bagi dirinya. Kehadiran mereka membuatnya semakin memahami arti kehidupan dan pentingnya berbagi.

"Bapak-bapak, ibu-ibu perlu tahu bahwa kehadiran saya justru berkat Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang menyelamatkan saya. Supaya saya menjadi orang yang tahu diri, supaya saya bisa memahami diri," tuturnya.

Terakhir, ia pun menegaskan, kenikmatan dan kemewahan hidup bukanlah sesuatu yang hanya berhak dinikmati oleh segelintir orang. Masyarakat luas juga berhak mendapatkan kehidupan yang layak, aman, dan sejahtera.

"Bahwa bukan hanya saya yang berhak menikmati kenikmatan, kemewahan, tetapi banyak orang Indonesia, saudara-saudara kita yang berhak memiliki kehidupan atau kegiatan yang nyaman," tandas Tahir.

Baca Juga: Dato Sri Tahir Sebut Ekonomi Indonesia Masih Bergerak Positif, Ini Indikatornya