Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan pertumbuhan ekonomi DKI  menunjukan tren positif selama triwulan pertama 2026. Indeks Keyakinan Konsumen pada Maret 2026 tercatat tinggi di angka 145,5, meski di tengah dinamika geopolitik global.

"Ini menunjukkan optimisme yang tinggi dan menjadi tantangan bagi Pemprov DKI untuk meresponsnya," ujar Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD di Balai Kota Jakarta dilansir Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Pramono mengatakan, Pertumbuhan ekonomi Jakarta adalah 5,21 tahun lalu, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional 5,11 persen, selain itu tingkat inflasi Jakarta juga tercatat lebih rendah dibandingkan nasional, yakni sebesar 3,37 persen, sementara inflasi nasional berada di angka 3,48 persen.

“Dengan demikian pertumbuhan ekonominya lebih tinggi tetapi inflasinya lebih rendah, secara ekonomi Jakarta terawat terjaga dengan baik,” kata dia.

Menurut dia, optimisme terhadap kondisi ekonomi juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 145,5 pada Maret 2026. Angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang tetap tinggi.

Selain itu, peningkatan aktivitas ekonomi juga terlihat dari pertumbuhan penjualan riil yang naik 4,92 persen secara tahunan (year on year).

Di sektor mobilitas, kampanye penggunaan transportasi umum turut menunjukkan hasil positif dengan jumlah penumpang mencapai 112 juta orang pada triwulan pertama 2026.

Pemprov DKI juga mencatat kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih kuat, yakni sebesar 16,61 persen. Selain itu, penjualan riil juga mengalami peningkatan sebesar 4,92 persen secara tahunan (year on year).

Di sektor transportasi, kampanye penggunaan angkutan umum mendapat respons positif. Jumlah pengguna transportasi umum pada triwulan pertama 2026 mencapai 112 juta penumpang.

Baca Juga: Ancaman Keras Gubernur Pramono: ASN yang WFH di Kafe akan Dibinasakan!

"Sekarang ini yang menggunakan transportasi umum di triwulan pertama mencapai 112 juta penumpang," tutur Pramono.