Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan mengatakan pihaknya sudah siap mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. Dia memastikan seluruh elemen TNI telah siap termasuk kesiapan prajurit TNI untuk diterbangkan dalam misi perdamaian itu, hanya saja sejauh ini belum ada perintah dari Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi intinya kita sudah siapkan. Mabes TNI, Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya kita tinggal menunggu perintah, koordinasi, kapan kita untuk berangkat. Intinya kita sudah siap," kata Donny Ermawan, usai rapat tertutup bersama Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dilansir Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: Dipanggil ke Hambalang, Prabowo Minta Apindo Serap Tenaga Kerja
Donny mengatakan, Kementerian Pertahanan saat ini telah menyiapkan 600 prajurit TNI untuk diberangkatkan dalam misi tersebut. Namun ia tak menjelaskan secara terperinci mengenai pasukan perdamaian itu.
Sementara itu, Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, menegaskan bahwa TNI siap mengerahkan pasukan sesuai kebutuhan yang ditetapkan dalam hasil perundingan internasional.
"Pada prinsipnya TNI siap berapapun yang dibutuhkan karena kan sekarang masih dalam proses perundingan. Nanti mungkin kalau tidak salah minggu terakhir bulan Februari ini akan diputuskan berapa TNI nanti yang akan berkontribusi secara jumlah pasukan," ujar Tandyo.
Hingga saat ini, masih terdapat sejumlah opsi terkait bentuk partisipasi aktif Indonesia dalam misi perdamaian di Gaza. Keputusan final nantinya akan ditetapkan melalui penandatanganan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Sampai sekarang kita sudah ada beberapa opsi untuk bisa kita berpartisipasi aktif terhadap perdamaian di Gaza. Secara pastinya menunggu keputusan dari akhir bulan inilah yang nanti akan ditandatangani langsung oleh Bapak Presiden," jelasnya.
Menjawab pertanyaan terkait kesiapan menghadapi kondisi keamanan di Gaza, termasuk keberadaan kelompok bersenjata dan perlindungan warga sipil, Tandyo menyampaikan bahwa TNI akan mengerahkan prajurit berpengalaman.
"Ada UNIFIL yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut. Jadi bukan satuan-satuan yang belum pernah tugas ke sana," ujarnya.
Menurut dia, TNI telah mengirimkan pasukan misi perdamaian ke wilayah konflik sejak 2008, khususnya melalui misi UNIFIL di Lebanon. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika lapangan di Gaza.
Baca Juga: Prabowo: Pemimpin Tidak Boleh Punya Dendam
"Mereka mempunyai pengalaman dari sisi medan dan bagaimana dia berkomunikasi dengan masyarakat di sana. Saya kira cukup," pungkas Tandyo.