PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) mencatatkan pendapatan sebesar Rp689,8 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 37% dari periode yang sama tahun sebelumnya dengan pendapatan sebesar Rp1,09 triliun.

Hal tersebut mendorong penurunan EBITDA sebesar 17,0% dari Rp29,2 miliar di kuartal pertama tahun 2025 menjadi Rp24,2 miliar di kuartal pertama tahun 2026. Sementara sepanjang tahun 2025 lalu, pendapatan NFCX turun dari Rp6,07 triliun (2024) menjadi Rp4,07 triliun).

Baca Juga: Blibli Catat Pertumbuhan Pendapatan Hingga 67% di Kuartal I-2026

“Meskipun laba bersih di bottom line positif, dari sisi ekuitas, perusahaan masih mencatat laba ditahan yang negatif sehingga saat ini tidak ada pembagian dividen untuk tahun 2025,” jelas Direktur NFC Indonesia, Niko Navea Aquino, pada paparan publik daring di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Strategi Pertumbuhan 2026

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama NFC Indonesia, Abraham Theofilus, menjelaskan strategi bisnis perusahaan ke depan. Setidaknya, terdapat empat (4) strategi utama, yakni:

  1. Memperluas layanan digital cloud advertising di segmen ritel dan vertikal melalui penguatan solusi dan penambahan kapabilitas AI;
  2. Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, termasuk AI, untuk meningkatkan efisiensi dan personalisasi layanan, dengan tetap menjaga disiplin biaya dan pengelolaan keuangan yang prudent;
  3. Memperdalam kerja sama dengan principal melalui integrasi perangkat dan kanal digital untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan interaksi;
  4. Memperkuat ekosistem merchant melalui penawaran produk dan layanan digital terintegrasi, termasuk energi bersih, untuk meningkatkan engagement konsumen dan kualitas pendapatan.

NFCX akan memperkuat bisnis ekonomi digital lewat teknologi Soundbox atau Swaraiklan. Pasalnya, kebutuhan produk digital diproyeksi tetap tinggi, seiring basis pengguna seluler yang berada di atas 350 juta koneksi di Indonesia. Penguatan ekosistem berbasis perangkat (Soundbox) akan mendukung integrasi pembayaran QRIS (dengan nilai transaksi >Rp1.400 triliun dan volume >15 miliar transaksi pada 2025), konektivitas real-time, serta layanan promosi dan loyalty di merchant.

“Dengan begitu, terbuka peluang kolaborasi dengan principal dan mitra strategis untuk memperluas distribusi dan use case layanan,” jelas Abraham.

Teknologi ini memiliki fitur dasar sebagai berikut:

  • Notifikasi suara transaksi QRIS;
  • Koneksi 4G SIM Card;
  • Branding pada badan Perangkat;
  • Jingle Brand;

dengan fitur tambahan:

  • Iklan Berbasis Kedekatan (NBA);
  • Promo Transaksi Sebelum & Sesudah;
  • Smart Dashboard;
  • Tombol untuk customer service dan konfirmasi penawaran.