Wardah bersama ParagonCorp memperluas kiprahnya di panggung global dengan berpartisipasi dalam forum perempuan Muslim dunia Jadal Women’s Research Dialogue yang diselenggarakan oleh Al Mujadilah Center and Mosque for Women di Doha, Qatar, pada awal 2026.

Keterlibatan ParagonCorp dalam forum internasional ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat kepemimpinan perempuan dan praktik ethical business di tingkat global. Partisipasi tersebut juga merefleksikan semangat kampanye Wardah #BeautyMovesYou yang memaknai kecantikan sebagai kekuatan yang mendorong perempuan untuk terus bertumbuh, menebar kebaikan, dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Wardah Gandeng Parentalk Dorong Perlindungan dan Kesejahteraan Ibu di Era Digital

Dalam forum tersebut, Wardah mengangkat tema “Faith, Values, Women Stewardship” sebagai fondasi pengembangan bisnis beretika sekaligus komunitas yang berkelanjutan. Executive Director Al Mujadilah, Sohaira Siddiqui, menyampaikan bahwa Jadal dihadirkan sebagai platform pertukaran pengetahuan dan penguatan jejaring komunitas perempuan Muslim secara global.

Di industri kecantikan, prinsip ethical business dinilai tidak terpisahkan dari konsep halal sebagai kerangka etika yang memandu keseluruhan proses bisnis, mulai dari strategi, formulasi produk, penyusunan klaim, hingga pengelolaan rantai nilai. Saat ini, halal juga berkembang menjadi standar global yang merepresentasikan kualitas, keamanan, dan tanggung jawab produk.

Bagi Wardah, halal bukan sekadar label, melainkan nilai yang diterapkan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Hal tersebut mencakup pemilihan bahan berkualitas tinggi, rantai pasok bebas kekerasan (cruelty-free), pemanfaatan teknologi untuk menjamin mutu, praktik bisnis transparan, komitmen terhadap ekonomi sirkular, hingga pengembangan komunitas.

Baca Juga: Light+ by Wardah dan Bright League Dorong Gen Z Lebih Aktif dan Berdampak Lewat Ruang Kolaborasi

“Halal adalah prinsip etika yang membentuk cara kami bekerja. Lebih dari sekadar bisnis, ini adalah bentuk stewardship dan tanggung jawab kami sebagai manusia,” ujar Deputy CEO dan Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa.

Sebagai bagian dari partisipasinya, Wardah turut memaparkan hasil riset kualitatif terhadap perempuan Muslim Indonesia terkait aspirasi kecantikan, modernitas, dan gaya hidup yang selaras dengan nilai syariat. Hasil riset menunjukkan bahwa kecantikan dimaknai sebagai proses menjadi pribadi yang lebih baik melalui passion, kemandirian, produktivitas, keanggunan, dan keberanian yang bermuara pada kontribusi nyata bagi masyarakat.

Generasi perempuan Muslim muda, menurut temuan tersebut, semakin memandang kecantikan dan kepemimpinan melalui lensa tujuan (purpose). Kecantikan tidak lagi semata soal penampilan, melainkan integritas dan keselarasan antara aspek fisik, spiritual, serta tanggung jawab moral. Keberanian untuk bersuara dan menciptakan dampak menjadi bagian integral dari ekspresi diri.

Baca Juga: Wardah Hadir di JMFW 2026: Rayakan Perempuan yang Terus Tumbuh dan Bergerak

Riset tersebut menegaskan bahwa perempuan Muslim mampu menavigasi modernitas tanpa meninggalkan nilai dan iman di tengah perubahan sosial yang cepat. Prinsip etika dan kepedulian sosial menjadi kompas dalam memaknai pertumbuhan diri serta kontribusi terhadap sesama.

Melalui keterlibatan di Jadal Doha, Wardah menegaskan bahwa kecantikan bukan hanya untuk dilihat, melainkan untuk dijalani melalui tujuan, tanggung jawab, dan kontribusi yang bermakna.