Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi dengan terang-terangan meminta partai koalisi pendukung pemerintahan Prabowo Subianto untuk berhati-hati dalam menentukan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold di Pemilu 2029 mendatang.
Menurutnya, upaya untuk menyederhanakan jumlah partai di parlemen tidak boleh mengorbankan keterwakilan suara pemilih.
Terkait itu, ia mengaku jika partainya akan mengikuti keputusan bersama koalisi pemerintah terkait besaran ambang batas yang akan disepakati.
Baca Juga: Sudah Ngomong dengan Prabowo, Ternyata Ini Alasan PAN Tolak Ambang Batas Parlemen 5 Persen
"Apapun keputusan dari kesepakatan partai koalisi pemerintah nantinya, PAN akan ikut," cetusnya kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Hah! Cuma Segini Parpol yang Lolos Ambang Batas 5 Persen?
Lanjutnya, ia mengaku partainya berpandangan ambang batas parlemen sebaiknya tidak lebih dari 4 persen.
"Namun ditegaskan dalam penyederhanaan partai perlu kehati-hatian, sebab semakin tinggi ambang batas parlemen akan mengakibatkan semakin banyaknya suara sah pemilih yang hilang," sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan apabila ambang batas berada di angka 4 persen, terdapat sekitar 13 juta suara sah pemilih pada Pemilu 2019 yang tidak terkonversi menjadi kursi.
Kemudian, pada Pemilu 2024 dengan ambang batas yang sama, jumlah suara yang tidak terkonversi disebut meningkat menjadi sekitar 17,3 juta suara.
"Bila PT dinaikan di atas 4 persen, pemilu 2029 akan berkecenderungan terjadi disproporsional karena banyak suara sah pemilih tidak bisa dikonversi menjadi kursi sehingga tingkat representasi pemilu menjadi rendah," bebernya.
Karena itu, ia mengingatkan agar penyederhanaan partai tidak semata-mata diarahkan untuk menciptakan stabilitas politik di DPR.
"Hadirnya partai di DPR adalah untuk menyuarakan kepentingan rakyat, menggeser konflik horisontal ke dalam konflik parlemen yang dinamis. Perdebatan atau dinamika di DPR selama ini telah terjadi dan hal yang demikian menyebabkan proses demokrasi bisa berjalan dengan baik," tukasnya.