Literasi keuangan terbukti menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemampuan masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Studi Financial Resilience Index 2026 dari Sun Life Indonesia menunjukkan individu yang melek finansial memiliki tingkat ketahanan finansial hingga tiga kali lebih baik dibandingkan mereka yang memiliki pemahaman keuangan rendah.

Dalam studi tersebut, kelompok yang memiliki literasi keuangan baik mencatat skor kepercayaan diri finansial 53 poin lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan literasi rendah. Mereka juga memiliki tingkat optimisme terhadap kondisi keuangan masa depan yang 47 poin lebih tinggi.

Baca Juga: Studi: 80% Masyarakat Indonesia Tertekan Kenaikan Biaya Hidup

Selain itu, individu yang melek finansial tercatat lebih siap menghadapi kenaikan biaya hidup, memiliki kebiasaan perencanaan keuangan yang lebih baik, serta lebih siap menghadapi kondisi darurat.

Temuan serupa terlihat pada responden yang memiliki rencana keuangan jangka panjang. Sebanyak 86% dari kelompok ini yakin mampu mencapai tujuan keuangan mereka, jauh lebih tinggi dibandingkan 25% pada kelompok tanpa perencanaan keuangan.

President Director Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menilai literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan finansial masyarakat.

Baca Juga: Riset: 66% Masyarakat Khawatir Stabilitas Finansial Mereka

“Penguatan fondasi ini tetap penting agar individu dapat mengevaluasi informasi secara kritis, mengambil keputusan yang tepat, serta menavigasi lanskap keuangan yang semakin kompleks menuju ketahanan finansial yang lebih baik,” ujar Albertus kepada Olenka pada Kamis (11/06/2026). 

Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan yang baik memungkinkan individu lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi sekaligus menjaga fokus pada tujuan keuangan jangka panjang.