Growthmates, memiliki orang tua yang pernah didiagnosis kanker kerap menimbulkan kekhawatiran bahwa penyakit tersebut akan diturunkan kepada anak. Padahal, riwayat kanker dalam keluarga tidak serta-merta membuat seseorang mengalami penyakit yang sama. Risiko kanker dipengaruhi berbagai faktor, termasuk mutasi gen tertentu yang dapat diwariskan dari orang tua.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Ditia Gilang Shah Putra Rahim, SpA, mengungkapkan, kanker tidak diwariskan secara langsung dari orang tua kepada anak. Hal yang dapat diturunkan adalah mutasi gen tertentu yang meningkatkan kerentanan seseorang terhadap kanker.

“Sebetulnya yang diturunkan bukan kankernya, tetapi gennya. Mutasi pada gen tertentu menyebabkan seseorang memiliki kerentanan untuk mengalami kanker,” jelas dokter yang akrab disapa dr. Gilang tersebut, sebagaimana Olenka kutip dari laman resmi IPB University, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan faktor genetiknya, kata dr. Gilang, kanker dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yakni kanker herediter, familial, dan sporadis. Kanker herediter berkaitan dengan mutasi gen bawaan yang diwariskan dari orang tua.

Sementara itu, kanker familial cenderung muncul pada beberapa anggota keluarga, meskipun penyebabnya tidak selalu dapat dikaitkan dengan mutasi gen yang diwariskan. Adapun kanker sporadis umumnya terjadi akibat perubahan genetik yang muncul selama kehidupan dan tidak diwariskan dari orang tua.

Meski seseorang mewarisi mutasi gen tertentu, bukan berarti ia pasti mengalami kanker. dr. Gilang menjelaskan, apabila salah satu orang tua membawa mutasi gen yang dapat diwariskan dengan pola autosomal dominan, setiap anak memiliki peluang 50 persen untuk mewarisi mutasi tersebut. Namun, angka itu tidak sama dengan peluang 50 persen untuk terkena kanker.

Salah satu contohnya adalah mutasi pada gen BRCA1, yang berperan sebagai gen penekan tumor atau tumor suppressor gene. Gen ini membantu menjaga kestabilan materi genetik dengan berperan dalam perbaikan DNA yang rusak. Mutasi tertentu pada BRCA1 dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, tetapi tidak serta-merta menyebabkan kanker berkembang.

“Di dalam tubuh ada dua salinan BRCA1. Jika salah satunya mengalami mutasi, salinan lainnya masih dapat membantu memperbaiki DNA yang rusak. Jadi, mewarisi mutasi gen tidak berarti seseorang pasti mengalami kanker,” paparnya.

Baca Juga: Kenali 5 Penyakit Kanker Mematikan di Indonesia