Growthmates, di balik statusnya sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Elon Musk ternyata tidak kebal terhadap stres. Kesuksesan membangun perusahaan-perusahaan besar seperti SpaceX, Tesla, hingga berbagai proyek kecerdasan buatan tidak membuat hidupnya bebas dari tekanan.
Sebaliknya, beban memimpin banyak bisnis sekaligus justru membuat Musk beberapa kali mengalami gangguan fisik akibat stres yang berkepanjangan.
Menurut Forbes, kekayaan bersih Musk sempat diperkirakan mencapai sekitar 1,1 triliun dolar AS setelah lonjakan valuasi SpaceX.
Namun, angka fantastis tersebut tidak menghapus sisi manusiawi seorang Elon Musk yang harus menghadapi malam-malam tanpa tidur, tekanan emosional, hingga masalah kesehatan akibat beban pekerjaan.
Dalam biografi Elon Musk karya Walter Isaacson yang dikutip Business Insider, dijelaskan bahwa saat menghadapi berbagai krisis besar, Musk kerap mengalami insomnia.
Tekanan yang ia rasakan bahkan tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga memunculkan gejala fisik.
Isaacson menulis bahwa ketika Musk menghadapi ‘tantangan yang menyiksa’, tekanan tersebut sering membuatnya tetap terjaga sepanjang malam dan bahkan menyebabkan muntah.
Salah satu periode tersulit terjadi pada tahun 2008. Saat itu SpaceX mengalami serangkaian kegagalan peluncuran roket, sementara di saat yang sama kehidupan pribadi Musk juga tengah dilanda perceraian.
Sehari setelah bersiap memberikan pidato, ia dilaporkan terbangun dengan sakit perut yang sangat hebat hingga harus mendapatkan penanganan medis, meski dokter memastikan penyebabnya bukan radang usus buntu.
Di hari yang sama, Musk memilih pergi ke sebuah klub malam di London untuk melepaskan tekanan. Di tempat itulah ia bertemu Talulah Riley, perempuan yang kemudian dinikahi Musk sebanyak dua kali.
Talulah Riley juga menggambarkan betapa berat tekanan yang dialami Musk pada masa tersebut. Dalam biografi itu, ia mengingat bagaimana Musk sering mengalami mimpi buruk, berteriak saat tidur, hingga mengalami reaksi fisik yang ekstrem akibat stres.
Meski demikian, pandangan menarik tentang cara Elon Musk menghadapi tekanan justru datang dari mantan istrinya, Justine Musk.
Baca Juga: Ini 3 Orang Terpintar di Dunia Menurut Elon Musk
Dalam sebuah jawaban di Quora, Justine menjelaskan bahwa orang-orang berprestasi tinggi seperti Elon Musk, Bill Gates, maupun Steve Jobs bukanlah sosok yang hidup tanpa stres. Sebaliknya, mereka belajar meningkatkan kapasitas diri untuk menghadapi tekanan yang semakin besar.
"Kuncinya adalah belajar menghadapi tingkat stres yang akan menghancurkan sebagian besar orang,” bebernya.
Menurut Justine, mengelola stres bukan berarti berusaha menghindarinya. Yang jauh lebih penting adalah membangun kemampuan untuk tetap bertahan ketika tekanan datang bertubi-tubi.
Ia menjelaskan bahwa proses tersebut dimulai dari menemukan rasa ingin tahu yang begitu kuat hingga berkembang menjadi sebuah misi hidup yang benar-benar bermakna. Ketika seseorang memiliki tujuan yang jelas, ia akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan, kegagalan, dan tekanan yang muncul di sepanjang perjalanan.
Justine juga menilai bahwa ketahanan mental dibangun secara bertahap melalui proses belajar yang berkelanjutan.
Dengan mengeksplorasi berbagai bidang pengetahuan, menghubungkan ide-ide, dan terus memperluas wawasan, seseorang perlahan akan memiliki daya tahan yang lebih besar dalam menghadapi situasi sulit.
"Ini bukan tentang menghindari tekanan, tetapi belajar menanggung lebih banyak tekanan seiring waktu,” tukasnya.
Menurutnya, orang-orang dengan pencapaian luar biasa umumnya tidak memiliki kehidupan yang bebas dari kegagalan maupun stres. Mereka justru terus bergerak maju meski harus menghadapi berbagai kemunduran, kritik, bahkan tekanan yang terjadi di depan publik.
Nah Growthmates, dalam perspektif tersebut, stres bukanlah sesuatu yang bisa dihilangkan sepenuhnya. Yang berubah adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menerima, dan mengelolanya hingga tekanan yang dahulu terasa menghancurkan tidak lagi memiliki dampak yang sama.
Kisah Elon Musk ini menjadi pengingat bahwa kekayaan dan kesuksesan bukan jaminan hidup tanpa tekanan. Namun, memiliki tujuan yang kuat, terus belajar, serta membangun ketahanan mental dapat membantu seseorang menghadapi tantangan yang datang, apa pun profesinya.
Baca Juga: Bukan Cuma soal Bisnis, Ini 10 Pelajaran Kepemimpinan dari Elon Musk yang Patut Ditiru