Pada 2004, Nugie kembali memperkaya diskografinya lewat album keenam bertajuk Bahagia di bawah label Aquarius Musikindo. Album tersebut berisi 12 lagu.
Diskografi
Album
- Pancasila Senjataku! (1983)
- Bumi (1995)
- Air (1996)
- Udara (1998)
- Bahagia (2004)
Singel
- “Tertipu” (1995)
- “Teman Baik” (1996)
- “Burung Gereja” (1996)
- “Pembuat Teh” (1998)
- “Pelukis Malam” (1998)
- “Jelang” (1999)
- “Lagu Untukmu” (2000, bersama Rita Effendy)
- “Dua Pelangi” (2000)
- “Orange” (2001)
- “Cinta Adalah Jawabnya” (2003, bersama Katon Bagaskara dan Andre Manika)
- “Lentera Jiwa” (2008)
- “Super PD” (2014, bersama Prisca Soetikno)
- “Mulailah dari Diri Sendiri” (2016)
- “Garuda” (2018)
- “Rumahku” (2018)
- “Indonesia Pemimpin Dunia” (2018)
- “Tuhan = Ceria” (2018)
- “Bintang Kosong” (2020)
Nugie kemudian membentuk The Dance Company bersama Aryo Wahab, Pongky Jikustik, dan Baim. Dalam grup ini, Nugie mengambil posisi sebagai drummer. The Dance Company merilis mini album pada 2009 dengan singel andalan “Papa Rock n Roll”.
Karier Akting
Tak hanya bermusik, Nugie juga melebarkan sayapnya ke dunia akting. Setelah sempat tampil dalam sinetron Dua Pelangi dan Mambo, ia mulai menjajal layar lebar lewat Sang Pemimpi (2009) sebagai Pak Balia.
Baca Juga: Berkenalan dengan Roy Marten, Aktor Senior dengan Karier Panjang
Sejak saat itu, Nugie terus aktif membintangi berbagai film dengan karakter yang beragam. Ia tampil dalam Hati Merdeka (2011) sebagai Wayan Suta dan Jenderal Soedirman (2015) sebagai Mohammad Hatta.