Growthmates, blue sapphire dan ruby telah lama menjadi simbol kemewahan dan eksklusivitas. Namun, menurut Aktor, Brand Ambassador sekaligus Creative Director MONDIAL Precious, Nicholas Saputra, nilai kedua batu mulia ini tidak hanya ditentukan oleh intensitas warnanya, melainkan juga dipengaruhi oleh asal geografis yang membentuk karakter, kilau, hingga kelangkaannya.
Nicholas menuturkan, sapphire dan ruby sejatinya berasal dari mineral yang sama, yakni korundum. Perbedaannya hanya terletak pada warna, sehingga kemudian dikategorikan sebagai dua jenis batu permata yang berbeda.
"Blue sapphire atau sapphire dan ruby itu sebenarnya berasal dari material yang sama. Hanya karena warnanya berbeda, akhirnya dibedakan menjadi sapphire dan ruby," tutur Nicholas, saat acara peluncuran MONDIAL Precious Fire x Nicholas Saputra, yang digelar di Bimasena, The Dharmawangsa, Jakarta, baru-baru ini.
Nicholas menambahkan bahwa setiap negara penghasil sapphire memiliki karakteristik yang berbeda karena kondisi tanah dan kandungan mineralnya tidak sama. Faktor inilah yang memengaruhi warna, kilau, hingga tekstur batu permata.
Dan menurutnya, Sri Lanka menjadi salah satu negara paling terkenal sebagai penghasil sapphire berkualitas tinggi. Batu dari negara tersebut dikenal memiliki kilau atau luster yang sangat baik sehingga tampak lebih hidup dibandingkan sapphire dari wilayah lain.
"Kalau sapphirenya dari Sri Lanka, dia memiliki kilau yang lebih banyak, lebih luas, dan lebih terlihat gemerlap. Warna-warnanya juga lengkap, mulai dari royal blue sampai cornflower blue," jelasnya.
Tak hanya itu, Sri Lanka juga memiliki salah satu jenis sapphire paling unik yang dikenal sebagai Padparadscha Sapphire, yaitu batu dengan perpaduan warna jingga dan merah muda menyerupai warna matahari terbenam.
"Semakin seimbang perpaduan warna orange dan pink-nya, semakin spesial dan semakin tinggi nilainya. Mereka menyebutnya Padparadscha, dan itu sangat unik," kata Nicholas.
Selain Sri Lanka, lanjut Nicholas, Thailand juga memiliki ciri khas tersendiri. Sapphire asal Negeri Gajah Putih umumnya memiliki semburat warna hijau di balik birunya. Sementara sapphire dari Myanmar cenderung memiliki nuansa kebiruan yang mengarah ke violet.
Kemudian, Madagaskar juga menjadi salah satu sumber sapphire berkualitas dengan karakter warna biru lembut dan tekstur seperti beludru (velvety), meski menurut Nicholas, kilaunya masih berbeda dibandingkan batu asal Sri Lanka.
Di antara semua daerah penghasil sapphire, Nicholas menyebut, Kashmir sebagai yang paling langka sekaligus paling bernilai tinggi.
Menurutnya, tambang sapphire di kawasan tersebut telah lama ditutup sehingga batu yang beredar saat ini hanya berasal dari koleksi lama yang berpindah tangan dari satu kolektor ke kolektor lainnya.
"Kalau Kashmir Sapphire yang berada di market sekarang itu adalah batu yang sudah berpindah-pindah tangan. Tambangnya sudah tutup, jadi sangat-sangat langka dan pasti harganya juga sangat tinggi," ungkap Nicholas.
Tak hanya sapphire, Nicholas juga menjelaskan bahwa ruby memiliki karakteristik yang berbeda sesuai daerah asalnya. Menurutnya, Myanmar dikenal sebagai negara yang menghasilkan ruby dengan kualitas Pigeon Blood, yakni warna merah pekat yang sangat murni tanpa semburat warna lain.
"Myanmar memiliki ruby yang sangat terkenal dengan warna Pigeon Blood. Merahnya sangat pekat dan benar-benar merah, tanpa hue warna lain," katanya.
Sementara, ruby asal Mozambik cenderung memiliki warna merah yang sedikit lebih muda dengan sentuhan merah muda (pinkish). Batu dari negara tersebut juga dikenal memiliki kejernihan (clarity) dan kilau (luster) yang sangat baik.
Menurut Nicholas, kemampuan membedakan kualitas batu mulia membutuhkan pengalaman dan latihan yang panjang. Perbedaan gradasi warna yang tampak tipis di mata awam justru menjadi faktor utama yang menentukan nilai sebuah sapphire maupun ruby.
"Kemampuan mata itu memang harus dilatih. Sekilas semuanya terlihat merah atau biru, tetapi sebenarnya setiap batu memiliki karakter warna yang berbeda dan itulah yang menentukan nilainya," pungkas Nicholas.
Baca Juga: MONDIAL Precious Fire Hadir dengan Inspirasi Meteor, Lava, dan Api, Ini Keunikannya