Kolaborasi antara klinik dan rumah sakit, baik di dalam negeri maupun lintas negara, juga dinilai dapat memperkuat ekosistem wisata medis. Kerja sama tersebut berpotensi mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman klinis, dan perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasien.

Rizki melanjutkan, pemahaman terhadap karakteristik pasien juga tidak kalah penting. Masyarakat Indonesia dan Malaysia yang tinggal di wilayah tropis memiliki kebutuhan perawatan kulit yang perlu dipahami secara kontekstual. Karena itu, pendekatan perawatan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien, bukan sekadar berorientasi pada perubahan penampilan.

“Yang kita inginkan bukan pasien datang hanya untuk menjalani treatment, lalu selesai. Kita ingin mereka diperlakukan sebagai individu. Bukan sekadar menjadi cantik, tetapi bagaimana perawatan itu bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka,” imbuhnya.

Di sisi lain, pengembangan wisata medis juga perlu diiringi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kualitas layanan kesehatan dan teknologi medis yang tersedia di Indonesia. Rizki menilai, layanan dalam negeri perlu semakin dikenal sebagai alternatif yang kompetitif, dengan mempertimbangkan mutu pelayanan, manfaat, dan efisiensi biaya.

“Kenapa harus pergi jauh-jauh ke luar negeri kalau di Indonesia sendiri sudah tersedia layanan dan teknologi yang baik? Menurut saya, yang penting adalah value for money, yaitu kualitas dan manfaat yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan,” katanya.

Terakhir, Rizki berharap, kehadiran MyClinic dapat berkontribusi terhadap penguatan ekosistem beauty and wellness nasional, sekaligus mendorong masyarakat memperoleh layanan perawatan berkualitas tanpa harus selalu bepergian ke luar negeri.

Pada saat yang sama, kata dia, Indonesia diharapkan mampu menarik wisatawan mancanegara yang ingin mendapatkan layanan kesehatan dan estetika, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menikmati berbagai destinasi wisata.

“Harapan saya, masyarakat Indonesia tidak harus pergi ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan kecantikan. Kita juga ingin membawa wisatawan dari luar negeri ke Indonesia untuk menjalani treatment, yang kemudian bisa dikombinasikan dengan wisata gastronomi dan belanja. Dengan begitu, lama tinggal wisatawan menjadi lebih panjang dan manfaat ekonominya juga semakin besar,” pungkas Rizki.

Baca Juga: Dari Malaysia ke Jakarta, MyClinic Perluas Akses Layanan Medical Aesthetics